Teheran, Harian Umum - Sekitar 350 kapal tanker pengangkut minyak, gas alam cair (LNG) DNA gas alam terkompresi (CNG) "tertahan" di Laut Oman dan Teluk Persia karena tidak dapat melewati Selat Hormuz.
Seperti diketahui, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada tanggal 28 Februari 2026, selat yang menjadi jalur pemasok 20 persen minyak dan LNG global itu ditutup Iran, dan hanya kapal-kapal tanker negara sekutu Iran saja yang diizinkan melewati selat strategis tersebut.
"Kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa lebih dari 350 kapal tanker minyak ditempatkan di Laut Oman dan Teluk Persia, menunggu izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz," kata Al Madayeen mengutip Fars, Jumat (27/3/2026).
Menurut laporan tersebut, Selat Hormuz tetap tertutup bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka, dengan izin masuk yang sepenuhnya bergantung pada persetujuan Iran, dan ratusan kapal yang "tertahan" di Laut Oman maupun Teluk Persia diperintahkan untuk memastikan mesin serta menonaktifkan sistem identifikasi, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan atau berlabuh tanpa izin.
Ke-350 kapal itu terdiri dari 25 kapal tanker super, 200 kapal tanker minyak konvensional, dan 70 kapal pengangkut LNG dan CNG.
Data yang dirilis Fars menunjukkan, sejak Iran menutup Selat Hormuz, terjadi penurunan tajam arus kapal tanker melalui selat tersebut, dengan penurunan diperkirakan mencapai 95%, karena saat ini kurang dari lima kapal per hari diizinkan untuk lewat. (man)







