Teheran, Harian Umum - Jumlah warga Israel yang tewas akibat pembalasan Iran sejak negaranya diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel pada tanggal 28 Februari 2026, diperkirakan mencapai 1.281 orang.
Hal ini diketahui berdasarkan kesimpulan situs web berbahasa Ibrani dan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency.
Dikutip dari Tasnim News Agency, Senin (23/3/2026), kesimpulan itu didapat setelah Kelompok Ibrani Tasnim memeriksa data pemakaman di 10 pemakaman Israel.
Ke-10 pemakaman dimaksud adalah:
1. Pemakaman Har HaMenuchot di Yerusalem
2. Pemakaman Yarkon di Petah Tikva
3. Pemakaman Holon di Holon
4. Pemakaman Segula di Petah Tikva
5. Pemakaman Kiryat Shaul di Tel Aviv
6. Pemakaman Har HaZeitim di Yerusalem
7. Pemakaman Haifa di Haifa
8. Pemakaman Nahalat Yitzhak di Givatayim
9. Pemakaman Rehovot di Rehovot
20. Pemakaman Asdod di Asdod
"Tasnim juga telah mencermati korban jiwa di organisasi Chevra Kadisha di Tel Aviv, Yerusalem (yang diduduki al-Quds), Haifa, Petah Tikva, dan Rishon LeZion, serta data terkait pergerakan ZAKA (Zihuy Korbanot Ason) atau “Identifikasi Korban Bencana”. Tim-tim tersebut menyimpulkan bahwa jumlah korban jiwa dalam perang baru-baru ini di Israel setidaknya mencapai 1.281 orang," kata Tasnim News Agency.
Chevra Kadisha adalah organisasi yang bertanggung jawab atas urusan pemakaman di Israel.
Berdasarkan temuan situs web berbahasa Ibrani Tasnim, analisis data yang terkait dengan basis data pemakaman di Israel menunjukkan bahwa rata-rata jumlah kematian di wilayah pendudukan sekitar 150 orang pada hari-hari biasa. Namun, rata-rata tambahan 61 orang per hari telah ditambahkan selama 21 hari terakhir, sehingga rata-rata jumlah orang yang dimakamkan selama hari-hari tersebut menjadi setidaknya 211 orang per hari.
Oleh karena itu, jika korban jiwa minimum diperkirakan rata-rata 61 orang per hari, total 1.281 kematian dapat diproyeksikan selama periode 21 hari.
"Statistik yang terkait dengan pergerakan tim penyelamat ZAKA juga melaporkan 703 kasus. Mengingat bahwa ZAKA, tidak seperti layanan darurat reguler yang menggunakan ambulans untuk mengangkut korban luka, secara khusus ditujukan untuk jenazah, tingkat pergerakan ini semakin memperkuat angka 1.281, bukan angka yang diklaim oleh laporan resmi Israel," imbuh Tasnim News Agency.
Tim ZAKA adalah bagian dari organisasi penyelamat sukarelawan dalam rezim Zionis yang beroperasi di tempat kejadian kematian dan insiden serius, bukan untuk mengangkut korban luka.
Dalam analisis ini, statistik terkait korban jiwa di Arad dan Dimona yang terjadi kemarin belum diperhitungkan.
Seperti diketahui, serangan balasan Iran yang menggunakan drone dan rudal canggih, tak hanya menyasar Tel Aviv, akan tetapi juga wilayah-wilayah lain, termasuk Yerusalem
Pada Minggu (22/3/2026), pihak Israel mengatakan, warganya yang tewas akibat serangan Iran sebanyak 15 orang. (rhm)







