Jakarta, Harian Umum - Kurs rupiah kembali tertekan dan terpuruk makin dalam pada perdagangan hari ini, Jumat (15/5/2026), karena tembus Rp17.600/dolar AS.
Menurut data Bloomberg, rupiah langsung jatuh ke Rp17.604/dolar AS pada pembukaan perdagangan, dan sempat menguat ke level Rp17.580an/dolar AS
Namun, penguatan itu terus terkikis, dan pada pukul 13.49 WIB terpuruk ke Rp17.598/dolar AS karena telah terkoreksi 69 poin atau 0,39% dari penutupan Rabu yang berada di Rp17.483/dolar AS.
Namun, pada pukul 13.46 WIB, rupiah telah tembus lagi ke Rp17.600/dolar AS karena telah terkoreksi 71 poin atau 0,41%.
Dikutip dari Liputan6, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, sebelumnya memproyeksikan rupiah masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah usai long weekend.
Menurut dia, mata uang Garuda berpotensi kembali menguji level psikologis Rp 17.550 per dolar AS di tengah tekanan eksternal yang masih kuat.
Ia menilai, penguatan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang membebani rupiah. Kondisi itu dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global serta transisi kepemimpinan di Federal Reserve yang mendorong ekspektasi kebijakan moneter lebih ketat.
Selain itu, libur panjang yang sempat membuat pasar domestik tidak aktif dinilai berpotensi memicu lonjakan volatilitas saat perdagangan kembali dibuka, terutama ketika arus modal global masih cenderung mencari aset safe haven.
Meski demikian, pasar masih menanti arah kebijakan Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur pekan depan, khususnya terkait suku bunga acuan dan langkah stabilisasi pasar yang dinilai dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah selanjutnya. (rhm)







