Teheran Harian Umum - Iran sepertinya punya banyak sekali senjata canggih untuk menghadapi agresi Amerika Serikat (AS)-Israel ke negaranya sejak 28 Februari 2026.
Setelah mengejutkan dunia dengan rudal balistik yang bahkan dapat menjangkau target sejauh 4.000 kilometer, memiliki rudal tandan yang membuat sistem pertahanan Israel babak belur dan Tel Aviv luluh lantak, serta drone tempur canggih, Iran masih berencana untuk membuat kejutan bagi AS dan Israel pada hari-hari mendatang.
Rencana Iran itu diungkap kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, mengutip keterangan narasumbernya di lingkungan militer Iran.
"Iran telah merencanakan kejutan baru untuk hari-hari mendatang dalam perang melawan agresor AS-Israel, kata sebuah sumber militer kepada Tasnim," demikian dilansir Tasnim News Agency, Selasa (24/3/2026).
Berbicara kepada Tasnim, sumber militer tersebut mengatakan; “Iran telah merencanakan kejutan baru untuk hari-hari mendatang dalam perang yang sedang berlangsung, yang pelaksanaannya dapat menghasilkan hasil yang sangat besar".
Sumber tersebut menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump menyaksikan kegagalan semua opsi militernya dalam perang dengan Iran, dan sekarang berpikir untuk menemukan jalan keluar dari kebuntuan.
“Itulah mengapa dia menyeret perang dari kapal-kapalnya yang lepas kendali ke media sosial,” kata sumber tersebut, merujuk pada operasi Iran terhadap kapal perang AS di wilayahnya.
“Trump tahu bahwa amunisi militer ofensif dan defensifnya dalam kondisi yang sangat buruk. Trump tidak memiliki harapan untuk kemenangan militer dan membuka Selat Hormuz dengan cara militer," imbuhnya.
Sumber tersebut mencatat bahwa setelah kekurangan amunisi militer, Trump telah menggunakan kata-kata kasar, yang juga membuatnya semakin tercela.
“Bertentangan dengan janji-janji kosong Trump, Iran telah menyiapkan kejutan untuk beberapa hari mendatang yang akan membuat hasil perang lebih jelas dari sebelumnya," kata dia.
Ia juga menggarisbawahi bahwa Trump harus sejenak berhenti menggunakan telepon dan media sosialnya, dan mulai sekarang pandangannya hanya boleh terfokus pada langit, pasar saham, dan harga minyak.
Seperti diketahui, rencana Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menggulingkan pemerintahan Iran dan menggantinya dengan pemerintahan boneka yang dapat mereka atur dan kendalikan hanya dalam beberapa hari serangan setelah serangan pertama pada 28 Februari, gagal total, karena meski serangan itu berhasil membunuh Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, akan tetapi struktur pemerintahan Iran ternyata berbeda dengan negara-negara lain, termasuk Irak, Libia dan lain-lain yang pemerintahanya digulingkan AS dengan serangan militer.
Dan yang tidak diduga Trump maupun Netanyahu, Iran ternyata memiliki persenjataan militer yang canggih, sehingga Iran mampu meluluhlantakkan pangkalan-pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk, seperti Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Irak, dan menjatuhkan pesawat tempur canggihnya yang berjenis F35.
Tak hanya itu, rudal-ruda dan drone tempur Iran mampu menjebol sistem pertahanan Israel yang disebut-sebut sebagai yang tercanggih di dunia, sehingga Tel Aviv dan sejumlah kota di Israel, termasuk Arad, luluh lantak.
Yang lebih mengerikan, penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak dan gas cair dunia meroket, dan berpotensi memicu krisis energi global.
Tak salah jika ada yang mengatakan bahwa AS dan Israel telah salah memilih lawan.
Jika dengan persenjataan yang telah dikeluarkan, Iran telah sangat mengejutkan dunia, senjata apalagi yang akan dikeluarkan Iran pada hari-hari mendatang? (man)







