Jakarta, Harian Umum - Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengundurkan diri menyusul runtuhnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam dua hari beruntun, yakni Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026).
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," kata Iman saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Ia berharap, langkah pengunduran diri ini menjadi yang terbaik bagi pasar modal ke depan, dan IHSG bisa kembali menguat dalam beberapa waktu ke depan.
"Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini membuka membaik, akan terus membaik hari-hari berikutnya," kata dia.
IHSG terjun bebas akibat pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait metodologi penghitungan free float.
Berdasarkan pengumuman MSCI yang dipublikasikan pada Selasa (27/1/2026) waktu setempat, ditetapkan sejumlah perubahan indeks review pada Februari 2026 mendatang.
Perubahan sementara untuk pasar Indonesia mencakup tiga hal, pertama pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Pengumuman ini membuat pasar bergejolak luar biasa, bahkan membuat saham-saham perusahaan. milik para konglomerat di Tanah Air, pada Selasa (28/1/2026) berguguran, seperti saham milik Prajogo Pengestu, antara lain saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah hingga Auto Reject Bawah (ARB) 14,81% ke harga Rp 2.300 per lembar saham; saham konglomerasi Bakrie, seeprti saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang terkoreksi 11,58% ke harga Rp 1.145 per lembar saham; dan bahkan saham perusahaan milik Aguan, seperti saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 14,53% saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), terkoreksi hingga 14,89% ke harga Rp 9.575 per lembar saham.
Ada hari itu, pada pukul 11:15 WIB, IHSG terkoreksi hingga 7,71 persen atau 692,47 poin ke level 8.287,76.
Pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), IHSG kembali terkoreksi 1,06% ke level 8,232.20 setelah sempat ambruk 8% ke level 7.654 pada pukul 09:26 WIB. (rhm)







