Jakarta, Harian Umum - Satu orang tewas dan sedikitnya 7 rumah hanyut akibat meluasnya dampak banjir bandang Gunung Slamet hingga wilayah Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah.
Banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai Soso yang berhulu di lereng timur Gunung Slamet.
Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan mengatakan, air mulai meluap hingga permukiman warga pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Air bah yang datang dengan membawa material lumpur, batu, dan kayu tersebut menerjang permukiman di sepanjang bantaran Sungai Soso.
“Material banjir membuat air sungai meluap dan arus sangat deras, tujuh rumah hilang, hanyut terbawa sungai,” kata Ali kepada wartawan.
Banjir bandang ini juga menyeret puluhan ternak milik warga hingga hilang entah kemana, sementara dua jembatan penghubung Purbalingga-Serang dikabarkan rusak.
DetikJateng melaporkan, korban tewas bernama Solihah (26), warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Ia terseret arus banjir bandang yang menghantam rumahnya sekitar pukul 02:00 WIB, Sabtu (24/1/2026).
Salah seorang warga setempat, Sarno (42), menjelaskan, saat kejadian korban berada sendirian di rumah. Adik korban sedang pergi, sementara ibunya merantau ke Jakarta.
"Tubuh korban terseret arus deras hingga ke arah bawah dan ketemunya itu sekitar 200 meter di jalan, bukan di aliran sungai. Yang menemukan itu warga bawah," kata Sarno.
Ia menambahkan, saat ditemukan warga, Solihah masih dalam kondisi sadar dan sempat meminta pertolongan, akan tetapi setelah dilarikan ke rumah sakit, korban meninggal saat dalam perawatan.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Luapan Sungai Soso membawa serta material lumpur, batu, dan kayu.
Sejumlah wilayah terisolir karena jembatan putus dan jalan penghubung tertutup material banjir bandang.
"Akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terputus karena tertutup material, selain itu jembatan Sungai Bambangan juga putus," imbuh Kuat.
Jumlah warga di Dusun Bambangan yang mengungsi tercatat sebanyak 110 jiwa dari 31 kepala keluarga.
BPBD telah mengordinir warga dan relawan untuk membentuk Tim Gabungan guna membersihkan material dan membuka akses jalan. (man)


