Serang, Harian Umum - Warga Kampung Sadang, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, yang wilayahnya masuk zona merah kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137), menolak direlokasi karena hingga sejauh ini mereka merasa baik-baik saja.
Selain itu, mereka juga berat meninggalkan rumahnya, tempat di mana mereka hidup selama puluhan tahun.
Meskipun rumah-rumah itu telah dipasangi stiker peringatan radiasi oleh Satgas Penanganan Bahaya Radiasi Cs-137 sejak akhir September 2025, dan dipasangi garis polisi, pertanda bahwa orang luar dan pihak yang tidak berkepentingan dilarang memasuki wilayah tersebut.
"Enggak mau (direlokasi). Masalahnya, (ini) rumah sendiri. Walaupun jelek, juga istana," kata Sarniti (59), salah satu warga Kampung Sadang dikutip dari Kompas.com, Jumat (17/10/2025).
Warga yang membuka usaha berupa warung jajanan di rumahnya itu mengaku belum ada dampak kesehatan pada dirinya maupun pada tiga anak dan seorang menantunya.
"Enggak ada keluhan sih, masih sehat-sehat saja semuanya, alhamdulillah," kata dia.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol yang meninjau Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, tempat darimana sumber radiasi berasal, mengatakan bahwa beberapa titik di kawasan industri itu memiliki tingkat radiasi nuklir hingga 875.000 kali lipat dari batas aman.
Kondisi itu jauh lebih tinggi dari radiasi yang dinilai aman untuk masyarakat, yakni 0,11 microsievert per jam.
“Telah terdeteksi beberapa titik lokasi yang memiliki pancaran sumber radiasi dari radionuklida, salah satunya bahkan mencapai angka 33.000 microsievert per hour atau 875.000 kali dari background," kata dia,, Selasa (14/10/2025).
Dokter Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menjelaskan, radiasi hingga 33.000 mikrosievert per jam memiliki dampak mematikan bagi manusia.
"Bicara tingkat radiasi, angka 33.000 mikrosievert per jam itu sangat tinggi dan berpotensi mematikan kalau seseorang terpapar dalam waktu lama. Kalau sebentar, dampaknya tentu berbeda," jelas dia kepada kompas.com, Kamis (16/10/2025).
Sebagai pembanding, Dicky menjelaskan batas aman radiasi rata-rata adalah 20 milisievert per tahun. Sementara itu, di Cikande terdapat radiasi hingga 33.000 mikrosievert per jam atau 33 milisievert per jam.
"Dengan kata lain, dalam satu jam saja seseorang di lokasi tersebut sudah menerima dosis yang seharusnya diterima dalam 60 tahun paparan alami. Ini sangat serius sekali," tegas Dicky.
Sumber dan dampak Cs-137
Menurut cdc.gov, Cs-137 diproduksi melalui fisi nuklir untuk digunakan dalam perangkat medis dan alat ukur. Cs-137 juga merupakan salah satu produk sampingan dari proses fisi nuklir dalam reaktor nuklir dan uji coba senjata nuklir.
Sejumlah kecil Cs-137 dapat ditemukan di lingkungan dari uji coba senjata nuklir yang dilakukan pada tahun 1950-an dan 1960-an. Cs-137 juga dapat ditemukan dalam kecelakaan reaktor nuklir, seperti kecelakaan pembangkit listrik Chernobyl pada tahun 1986, yang mendistribusikan Cs-137 ke banyak negara di Eropa.
Paparan eksternal terhadap Cs-137 dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, dan bahkan kematian.
Paparan Cs-137 juga dapat meningkatkan risiko kanker karena paparan radiasi gamma berenergi tinggi.
Paparan internal Cs-137, melalui konsumsi atau inhalasi, memungkinkan bahan radioaktif tersebut terdistribusi di jaringan lunak, terutama jaringan otot, sehingga jaringan tersebut terpapar partikel beta dan radiasi gamma, serta meningkatkan risiko kanker. (man)







