Jakarta, Harian Umum - Hantavirus, kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru dan belum lama ini mewabah di kapal pesiar HV Hondius, ternyata telah ada di Jakarta.
Pasalnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, ada empat temuan kasus hantavirus di Jakarta sepanjang 2026 ini, di mana tiga orang di antaranya sudah sembuh dan satu masih suspek.
"Di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada empat kasus yang sudah kita temukan, tiga orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang masih suspek, harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium. Belum tegak (pasti), masih suspek," kata Ani dikutip dari detikcom, Selasa (12/5/2026),
Ia menjelaskan, hantavirus bukan penyakit baru, berbeda dengan COVID-19 yang tergolong penyakit baru atau new emerging disease.
"Hantavirus dimonitor terus sebenarnya setiap tahun," imbuhnya.
Terkait satu kasus suspek yang masih dipantau, Ani mengatakan pasien ditangani dengan prinsip kehati-hatian melalui isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sejauh ini seluruh kasus hantavirus di Jakarta menunjukkan gejala ringan.
"Kalau sakit iya, di ruangan khusus, di ruangan isolasi karena kategorinya masuk ke penyakit menular," katanya.
Ani mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap hantavirus. Meski bukan penyakit baru, masyarakat diminta menjaga kebersihan hingga memakai masker saat berada di area yang berisiko terpapar tikus.
Namun, ia juga meminta warga untuk tak perlu panik, dan hendaknya tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan.
"Yang penting sebetulnya tidak perlu panik, tapi waspada gitu. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat," kata Ani.
Seperti diketahui, kasus Hantavirus mendadak booming setelah menewaskan tiga penumpang kapal pesiar HV Hondius yang sedang berlayar di Samudera Atlantik antara Argentina dan Tanjung Verde.
Selain menewaskan tiga orang, virus yang ditularkan oleh tikus itu juga mengalami sakit.
Kapal pesiar asal Belanda itu kemudian diarahkan ke Tenerife, salah satu pulau di Kepulauan Canary, Spanyol.
Setibanya di sana, 150 penumpang kapal itu yang masih sehat, dikarantina dan kemudian dipulangkan ke negaranya masing-masing dengan pesawat.
Amerika saat ini berada dalam status tanggap darurat karena dari 150 penumpang tersebut, 17 di antaranya merupakan warganegaranya. (man)






