TANGSEL, HARIAN UMUM - Diduga dapat bocoran dari 'orang dalam', beberapa tempat pijat di Kecamatan Ciputat tutup saat dirazia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dikatakan salah seorang pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Satpol PP Herman, bahwa saat pihaknya menggelar pengawasan dan pengendalian (wasdal) pada tempat-tempat pijat yang disinyalir menjadi tempat mesum, lokasi yang menjadi target sudah tutup.
"Razianya bocor. Kayaknya orang dalam yang bocorin. Jadi saat kita hendak melakukan razia di lokasi yang sudah menjadi target kita, ternyata tempat-tempat pijatnya sudah digembok," kata Herman saat dihubungi wartawan, Senin (25/11/2019).
Herman menyatakan, beberapa lokasi masih menjadi target operasi Satpol PP Tangsel, khususnya wilayah Ciputat dan Pamulang. Herman menambahkan, tempat pijat di lokasi-lokasi tersebut cukup menjamur dan tidak berizin, berbeda dengan wilayah Serpong yang rata-rata sudah mengurus izin.
"Serpong banyak, tapi sudah ada izinnya. Kalau ada aduan dari masyarakat, baru kita tindak. Kalau di Ciputat dan Pamulang, banyak yang tidak berizin," tandasnya. Sementara itu, Camat Ciputat Andi Patabay belum dapat dimintai keterangan perihal bocornya razia Satpol PP di wilayahnya.







