BUKU ini mengungkap bagaimana Islam meluaskan pengaruh dunia Arab-Muslim dari mulai pantai Atlantik hingga Irak dan Lautan Hindia, merespon eskspansi kolonial eropa dan membahas akar keagamaan, aliran, otoritas, dan tradisi kaum muslim melalui pendekatan sejarah sosial.
---------------------------
Oleh: Yudhie Haryono
Pengasuh Pesantren Yusufiyah
Resensi Buku:
Judul asli: Sejarah Bangsa-bangsa Muslim.
Penulis: Albert Hourani.
Penerbit: Mizan Pustaka Bandung.
Tahun terbit: 2004.
ISBN: 979-433-357-3
Kategori: Sejarah.
Bahasa: Indonesia.
Jumlah halaman: 966 hlm + iv.
Harga: 199.000,-
Lagi-lagi. Buku kedua ini kutemukan saat hujan turun bersama petir, sungguh rinduku jatuh bersamanya. Mengusap tanah penuh harapan, agar jadi pengetahuan, bahwa aku rindu tak tertahankan: pada buku babon penuh keseriusan.
Habis tarawih hari kedua ramadan, kekasihku bertanya, "kapan umrah" kembali. Menjawabnya kuberkata, "kita berangkat via karya Albert Hourani saja dulu. Itu jauh lebih subtantif, fungsional dan struktural."
Ya, Albert adalah sejarawan keren (orientalis) dari Inggris-Lebanon yang lahir pada tanggal 31 Maret 1915 di Manchester, Inggris. Ia adalah sejarawan terkemuka jazirah Arabiah dan menjadi lokomotifnya di benua Eropa.
Berasal dari keluarga Lebanon yang memiliki latar belakang Kristen Maronit, ia belajar di Oxford University dan kemudian menjadi profesor di beberapa universitas, termasuk Oxford dan Harvard.
Karya-karyanya yang terkenal adalah "A History of the Arab Peoples" (1991), "Arabic Thought in the Liberal Age" (1962), dan "The Emergence of the Modern Middle East" (1981).
Saat-saat tertentu, ia menjadi editor untuk jurnal "The Middle East Journal" dan "The Journal of Middle Eastern Studies" yang menggunakan pendekatan historis secara luas dan mendalam.
Ia punya kemampuan untuk menjelaskan kompleksitas sejarah Timur Tengah dan Islam dengan cara yang jelas dan menarik. Ia wafat pada tanggal 17 Januari 1993, di Oxford, Inggris.
Buku ini ditulis bagai panorama ensiklopedis sejarah kebudayaan muslim selama dua belas abad. Bagaimana Islam meluaskan pengaruh dunia Arab-Muslim dari mulai pantai Atlantik hingga Irak dan Lautan Hindia, merespon eskspansi kolonial eropa dan membahas akar keagamaan, aliran, otoritas, dan tradisi kaum muslim melalui pendekatan sejarah sosial.
Secara tematis, pembahasan buku ini dapat diklasfikasikan ke dalam persoalan: kerajaan dan negara, struktur kemasyarkatan dan elitenya, agama, kesenian, dan kebudayaan masa, kondisi rakyat kebanyakan yang mencakup mobilitas penduduk, standar kehidupan, dan peranan wanita dalam masyarakat, gerakan politik, seperti kebijakan politik tentang pembentukan palestina.
Inti pemikirannya dapat diringkas sebagai berikut: (1)Sejarah arabiah adalah kisah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
(2)Karena itu, Albert menekankan pentingnya memahami konteks sejarah dalam mempelajari Timur Tengah, termasuk pengaruh kolonialisme, nasionalisme, dan modernisasi.
(3)Atas alasan tersebut, peran intelektual dalam perubahan sosial di sana menjadi sangat penting. Dan, ia mempelajari peran mereka dalam membentuk identitas dan politik regional.
(4)Kekayaan budaya jazirah arabiah sangat dahsyat, termasuk sastra, seni, dan arsitektur yang perlu dipahami untuk terjadinya saling percaya antar peradaban.
(5)Dus, Albert menekankan pentingnya dialog dan pemahaman antara budaya dan agama yang berbeda dalam mencapai perdamaian serta lstabilitas di Timur Tengah, juga dunia.
Tentu saja, semua karya dan pemikirannya telah mempengaruhi banyak generasi mahasiswa dan peneliti dalam memahami kompleksitas sejarah dan budaya arabiah. Kita berhutang untuk membuat tandingannya.
Repotnya, di negeri-negeri muslim, kita seperti tinggal di rumah besar yang selalu terasa seperti menunggu imam mahdi yang tak akan datang dan membela kaumnya. Sedih.(*)







