Jakarta, Harian Umum - Tersangka kasus pengaturan jabatan di Kemenag (kementrian agama), Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) mengaku dijebak. Hal itu disampaikan Romi melalui sepucuk yang ditandatanganinya.
Menanggapi hal tersebut mantan Ketua MK Mahfud MD menilai pada OTT (operasi tangkap tangan) tersebut, Romi tidak mungkin dijebak. Namun kata Mahfud, Romi sudah dijejaka oleh KPK. Hal tersebut disampaikan Mahfud melalui akun twitternya @mohmahfudmd.
"Tak mungkin Romy dijebak. Dia kan ngatur sendiri pertemuannya di situ dgn orang2 yg akan menemui/ditemuinya. Bkn @KPK_RI yg ngatur, kan? Kalau dijebak kan ketahuan siapa sj yg ngajak dia ke situ. Ya tinggal ditunjuk sj, siapa mereka. Yg benar, spt yg sy bilang, Romy itu dijejak," tulis Mahfud, Minggu (17/2/2019).
Mahfud sebelumnya pernah mengingatkan bahwa Romi sudah diincar KPK. Hal tersebut disampaikannya setahun lalu.
"Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK dan Langsung Menuju Jakarta - ASUMSI --> As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time.! https://asumsi.co/post/ketum-ppp-romahurmuziy-ditangkap-kpk"
"Ada media dan tuips yg keliru mengutip, menyebut saya pernah bilang kpd Romy, "Hati-hati Anda dijebak oleh KPK". Yang benar "dijejak" (bkn dijebak). Itu jelas di teve kemarin sore"
Mahfud menambahkan jika kasus OTTR Romi murni masalah hukum tidak ada kaitan dengan Pilpres.
"Yakinlah kss Romy itu tak ada kaitan dgn Pilpres. Tak mungkin Romy di-OTT krn permainan Tim Prabowo. Tak mungkin pula Romy di-OTT atas perintah Tim Jokowi. @KPK_RI itu independen. Ini murni soal hukum dan msh akan berseri stlh pilpres, siapa pun yg menang. Percayalah, coming soon," katanya.
Sebelumnya paska penangkapan beredar isi surat Romi di media sosial. Pada surat yang ditulis tangan tersebut, Romi merasa dijebak.
'Saya merasa dijebak dengan tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan atau saya rencanakan. Bahkan firasatpun tidak. Itulah mengapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini menjadi menjadi petaka'. Demikian petikan isi surat Romi. (Zat)







