Jakarta, Harian Umum - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Ustaz Bahtiar Nasir memperkirakan acara Reuni Akbar 212 di Monas, dihadiri 3 jutaan orang.
"Peserta tadi kira-kira 3 jutaan, itu maksimal dan ini tentu datang dengan damai," ujar pria, Jakarta Pusat, Sabtu (20/11/2017),.
Bahtiar meminta kepada umat Islam Indonesia untuk terus memperkuat ukhwah.
"Saya ingin tidak ada lagi sekat-sekat, baik secara internal umat Islam dan non Islam ini," tegasnya.
Begitu juga antar kelompok yang sempat bersitegang, Bahtiar pun memberikan Contohnya antara kelompok 212 dengan Banser NU.
"Saya tidak mau itu ada lagi. Kemudian antara kita dan rezim, saya tidak mau ada lagi gontok-gontokan. Mari bangun bangsa bersama, ini waktunya bangun peradaban," katanya.
Reuni 212 tak hanya dihadiri umat Islam. Bahkan kata Bahtiar, ada perwakilan umat non muslim hadir mengikuti acara tersebut.
"Tadi ada Lieus Sungkarisma dan beberapa yang lain, saya enggak hafal, mereka yang bisa bergaul dan bisa mengerti dan akhirnya merasa aman berada di lingkungan umar islam. Sebagian besar inisiatif tidak diundang," terangnya.
Ditanya apakah Reuni 212 akan menjadi agenda rutin setiap tahun? "Saya belum berani katakan itu, kita lihat perkembangannya. Tapi kalau bisa setiap tahun tentu lebih baik," katanya.
Sejumlah tokoh besar menghadiri Reuni Akbar Alumni 212 di Monas, tampak hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Amien Rais, Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, dan Fahri Hamzah menyampaikan orasinya dari atas panggung yang telah berdiri sejak Jumat (1/12/2017) malam.
Acara reuni akbar pun berjalan sangat khusyu dan damai, tidak ada aksi arnakis seperti diperkirakan pihak tertentu karena diduga mengandung muatan politik.(tqn)







