Jakarta, Harian Umum - Penerapan sistem satu arah (oneway) pada Tol Trans Jawa dinilai kontraproduktif. Karena itu pemerintah diminta untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo.
“Saya berharap penerapan sistem satu arah pada jalur Tol Trans Jawa dikaji ulang. Kebijakan ini kontraproduktif dengan pengangkutan pemudik yang saat ini kita arahkan untuk lebih kepada transportasi massal. Tapi, kebijakannya justru lebih berpihak pada kendaraan pribadi,” kata Sigit Sosiantomo, dalam Rapat Kerja Komisi V dengan PUPR, Kemenhub dan Kepolisian RI membahas persiapan penyediaan sarana dan prasaranamudik Lebaran, Selasa (21/5/2019).
Sigit melanjutkan selain kontraproduktif, penerapan sistem oneway juga menghambat pengangkutan penumpang ke daerah tujuan dan menjadikan perusahaan bus kehilangan potensi pengangkutan penumpang hingga 15%.
“Tahun ini, 30% pemudik atau sekitar 4,4 juta orang akan menggunakan bus untuk mudik. Pemberlakuan sistem satu arah ini jika benar-benar diterapkan maka ada potensi kehilangan 15% kesempatan mengangkut penumpang. Artinya, karena keterlambatan kedatangan, maka bus-bus tersebut kehilangan kesempatan mengangkut penumpang hingga 15%.” Kata Sigit.
Menanggapi permintaan Komisi V DPR RI tersebut, Kepolisian RI berjanji akan menampung usulan tersebut. Kedepan akan dilakukan kajian ulang untuk dilakukan perbaikan sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
“ Menanggapi saran dari Pak Sigit agar penerapan sistem oneway, kami siap untuk melakukan kaji ulang dan mempersiapkan perbaikan-perbaikan untuk kelancaraan arus mudik,” kata Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri dalam raker yang dipimpin ketua Komisi V DPR RI Fary Djami Francis. (Zat)







