Jakarta, Harian Umum- DPD Gerindra DKI Jakarta optimis dapat meraih 30 kursi di DPRD DKI Jakarta melalui Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Apalagi karena para bakal calon legislafif (Bacaleg)-nya kini telah dalam posisi siap untuk bertarung di semua daerah pemilihan (Dapil), setelah mendapatkan pembekalan di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).
"Kita sudah siap untuk fight di semua Dapil agar dapat memenuhi target meraih 30 kursi DPRD DKI, termasuk saya," ujar Munir Arsyad, Bacaleg Gerindra yang akan bertarung di Dapil DKI Jakarta V, kepada harianumum.com melalui telepon, Sabtu (15/9/2018).
Dapil ini meliputi Kecamatan Duren Sawit, Jatinegara dan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut informasi, dalam pembekalan yang berlangsung di The Green Peak Hotel and Convention, Puncak, Bogor, tersebut sebanyak 106 Bacaleg Gerindra dibekali berbagai macam ilmu teknis kepemiluan, baik teori maupun praktik, oleh pakar-pakar profesional.
Materi yang diberikan antara lain teknik komunikasi massa, branding diri dan monographi politik berbasis Dapil.
Selain itu, para Bacaleg juga dibekali dengan tata aturan kampanye dan tahapan Pemilu 2019 oleh komisioner KPU DKI dan Bawaslu Jakarta.
Dengan pembekalan ini, para Bacaleg diharapkan dapat meraih kursi di Dapil-nya masing-masing, dan juga dapat memenangkan Prabowo-Sandi dalam perhelatan Pilpres 2019 yang digelar bersamaan dengan penyelenggaraan Pileg.
Munir menjelaskan, dari 30 kursi yang ditargetkan, 11-12 kursi dibidik dari tiga Dapil di Jakarta Timur, yakni Dapil DKI Jakarta IV, V dan VI. Dapil IV meliputi Kecamatan Matraman, Pulogadung dan Cakung; sedang Dapil DKI Jakarta VI meliputi Kecamatan Pasar Rebo, Makasar, Ciracas, dan Cipayung.
"Sisanya ditargetkan dari Dapil DKI Jakarta I, II, III, VII, VIII, IX dan X dengan target tiap Dapil 2-3 kursi," katanya.
Munir optimis target ini terpenuhi, bahkan mungkin saja terlampaui, karena Gerindra tengah diuntungkan oleh dua faktor.
Pertama, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Capres-Cawapres yang diusung Gerindra bersama PKS dan PAN, saat ini sedang semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia karena masyarakat yakin jika Prabowo-Sandi memenangkan Pilpres, maka Indonesia akan keluar dari berbagai permasalahan yang timbul di era pemerintahan Jokowi saat ini, terutama permasalahan di bidang ekonomi dan kejatuhan nilai tukar rupiah. Kondisi ini dengan sendirinya membuat elektabilitas Gerindra terkerek.
Kedua, karena saat ini telah terbentuk image bahwa Gerindra merupakan partai nasionalis yang dekat dengan umat Islam, dibuktikan dengan keterlibatan para kader Gerindra dalam Aksi Bela Islam (ABI) yang berlangsung hingga tujuh jilid, dan yang paling fenomenal adalah aksi pada 2 Desember 2016 yang dikenal dengan sebutan Aksi 212.
"Selain hal itu, Gerindra DKI juga punya banyak tokoh dan figur yang punya banyak massa, dan figur incumbent," imbuhnya.
Munir menyebut, di tiga Dapil di Jakarta Timur yang ditargetkan meraih 11-12 kursi, selain ada dirinya yang merupakan bendahara umum Bamus Betawi periode 2013-2018 yang juga merupakan pimpinan Yayasan Perguruan Islam (YPI) As-Sa'adah, ada beberapa anggota DPRD dari Fraksi Gerindra periode 2014-2019 yang maju lagi di Pileg 2019 sebagai incumbent. Mereka adalah Syarif, Prabowo Soenirman, dan Taufik Hadiawan.
"Jadi, kami yakin target terpenuhi. Bahkan lebih," pungkas Munir.
Pada Pileg 2014, Gerindra meraih 15 kursi. Bila tahun depan target 30 kursi terpenuhi, berarti perolehan kursi naik 100%. (rhm)







