Jakarta, Harian Umum - Denny Indrayana menjelaskan, ada tiga alasan mengapa kliennya, Mercy Sihombing, mencabut gugatan terhadap Surat Keterangan (Suket) Nomor 9149/D.D1/KS/2019 yang digunakan Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi walikota Solo dan wakil presiden RI ke-8 (2024-2029).
Surat itu diterbitkan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 6 Agustus 2019. Ditjen itu kini menjadi kementerian.
"Ada tiga alasan mengapa gugatan itu dicabut, dan saya walkout dari sidang di PTUN kemarin (Kamis, 29/10/2026)," kata Denny dalam konferensi pers di kantornya di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Pertama, untuk menjaga ruh putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Denny mengatakan, dalam putusannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti Gibran memiliki ijazah setara SMA.
"Jika gugatan tidak dicabut, maka gugatan itu bisa men-downgrade putusan MK tersebut. Karenanya, Dengan pertimbangan yang rasional, gugatan kami cabut," katanya.
Kedua, karena tidak ingin terlibat dalam sidang yang main-main dan akal-akalan.
Denny menjelaskan, selama persidangan pihaknya sebagai penggugat, juga majelis hakim PTUN, berkali-kali meminta kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiknasmen) agar memberikan data dan dokumen yang menjadi dasar penerbitan Suket tersebut, akan tetapi yang diberikan justru peraturan-peraturan, seperti peraturan menteri dan lainnya.
"Tergugat seperti main-main dan akal-akalan dalam merespon gugatan ini. Karenanya, karena kami tidak ingin terlibat dalam peradilan yang main-main dan akal-akalan, maka gugatan kami cabut," jelas Deny.
Ketiga, mendukungan gugatan sejenis yang telah masuk tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA).
Denny menjelaskan, gugatan kliennya (Mercy Sihombing) terhadap Suket Gibran bukanlah gugatan satu-satunya.
"Pak Subhan Palal juga menggugat Suket Gibran, dan saat ini telah masuk tahap kasasi. Karena gugatan ini tidak bisa kita batalkan, maka kita dukung untuk kita teruskan," katanya.
Denny mengatakan, untuk selanjutnya ia dan kawan-kawan akan melakukan langkah-langkah strategis.
"Langkahnya apa, masih kita pertimbangkan, tapi yang pasti kita sudah ke PKS untuk mendorong pemakzulan Gibran, dan respon PKS positif," tegasnya. (rhm)






