Jakarta, Harian Umum- Polda Metro Jaya dan Polres Bogor, Jawa Barat, menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi (43), mantan wartawan Rakyat Merdeka dan Indopos yang saat ini bekerja sebagai tenaga lepas di TV Muhammadiyah.
Terduga pelaku bernama bernama M Nurhadi (MN) tersebut ditangkap Selasa (20/11/2018) sekitar pukul 14:30 WIB di dekat cucian motor Omen di belakang kantor Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Penangkapan dilakukan oleh Subdit III Resmob Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo, di Jakarta, Selasa (20/11/2018) malam, seperti dilansir Antara.
Meski demikian Argo mengakui, pihaknya belum mengetahui apa motif pelaku membunuh korban, karena masih dalam proses interogasi.
Meski demikian dikatakan, diduga korban dibunuh pelaku di sebuah rumah kontrakan di Kampung Bubulak, Kelurahan Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (17/11/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.
Dari pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, disita barang bukti berupa telepon genggam dan KTP, SIM, kartu ATM, serta buku tabungan atas nama korban.
"Pelaku dikenakan pasal 340 subpasal (tentang Pembunuhan Berencana) subpasal 338 (tentang Pembunuhan Tidak Berencana) dan atau pasal 365 ayat (3) subpasal 363 dan atau pasal 480 KUHP," jelas Argo.
Ia mengakui, tersangka akan diserahkan ke Polres Bogor karena tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah hukumnya.
Seperti diketahui, mayat Dufi ditemukan di Kawasan Industri Kampung Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (18/11/2018) sekitar pukul 06:30 WIB.
Mayat itu ditemukan seorang pemulung berinisial SA dalam sebuah tong pelastik berwarna biru dengan tutup dilakban hitam.
Polisi semula kesulitan mengugkap identitas korban karena tidak ditemukan kartu identitas apa pun di tubuhnya, selain luka menganga di sekujur tubuh. Identitas Dufi terungkap dari pengecekan sidik jarinya.
Dufi diketahui pernah bekerja sebagai wartawan di Harian Rakyat Merdeka dan Indopos, menjadi marketing di Beritasatu.com dan INews TV, dan saat ini selain memiliki biro periklanan, juga bekerja sebagai tenaga lepas di TV Muhammadiyah.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, telah meminta kepolisian agar mengusut tuntas kasus pembunuhan ini.
Sebelum ditemukan tewas, Dufi diketahui sempat meliput tentang mobil Esemka yang gagal dilaunching pemerintah pada Oktober 2018 lalu. (rhm)







