Jakarta, Harian Umum - Musisi dan Youtuber Fiersa Besari syok dan sedih ketika tahu bahwa Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono meninggal dalam pendakian ke puncak Gunung Carstensz Pyramid di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (1/3/2025).
Fiersa termasuk salah satu pendaki dalam kegiatan tersebut, akan tetapi berbeda tim dengan Lilie dan Elsa.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.” kata Fiersa melalui akun instagram pribadinya @fiersabesar, Senin (3/3/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pendakian itu, Fiersa satu rombongan dengan Furki Rahmi Syahronidan Indira Alaika, sementara Lilie Wijayantie dan Elsa Laksono satu rombongan dengan Saroni dan Lody Hidayanto.
Bersama mereka ada 5 orang guide, 6 WNA Pendaki, dan 2 pendaki Taman Nasional Lorentz.
Mereka semua menuju Puncak Carstensz dari Base Camp Yellow Valley Carstensz Pyramid. Tempat itu dicapai dengan naik helikopter dari Bandara Moses Kilangin, Timika, pada tanggal 26 Februari 2025.
Fiersa dan Furky sejak Senin (3/3/2025) telah kembali ke Timika setelah tertahan di basecamp Yellow Valley.
“Kondisi kami Alhamdulillah stabil,” katanya.
Fiersa menjelaskan kalau ia menggunakan jasa operator tur mendaki Carstensz yang berbeda dengan tim Lilie dan Elsa.
"Untuk kronologi, saya rasa tidak perlu banyak menjelaskan, karena sudah banyak sumber berita kredibel yang memberikan informasi,' tulis Fiersa di Instagram-nya..
Namun, ia menjelaskan bahwa pendakian ke puncak dan kemudian turun lagi dilakukan pada hari yang sama.
Namun, perjalan turun ternyata tidak semulus ketika menuju puncak akibat kendala cuaca buruk.
Fiersa mengaku baru mengetahui kalau Lilie dan Elsa meninggal setelah tiba kembali di Yellow Valley. Informasi itu ia terima pada 1 Maret 2025 sekitar pukul 04.00 WIT. Ia langsung syok dan sedih.
Lilie dan Elsa tewas ketika terjebak di area tebing dalam kondisi cuaca yang sangat buruk. Mereka mengalami hipotermia.
Tiga pendaki lain, yakni Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni juga sempat mengalami hipotermia, akan tetapi dapat diselamatkan. (rhm)







