Jakarta, Harian Umum - Dua gunung di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (9/11/2024) pagi meletus dengan memuntahkan kolom abu setinggi ratusan, bahkan ribuan meter.
Seperti dilansir akun X Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM), Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meletus pada Sabtu (9/11/2024) L pukul 08:15 WIB dengan memuntahkan kolom abu yang teramati hingga setinggi lebih kurang 700 m di atas puncak yang berada 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 119 detik," kata @PVMBG.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Sementara itu Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT meletus pada Sabtu (9/11/2024) pukul 08:50 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 6000 m di atas puncak yang memiliki ketinggian 7.584 mdpl.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 416 detik" kata @PVMBG.
Kolom abu dari gunung ini teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Sebelumnya, pada 4 November 2024 lalu Gunung Lewotobi Laki-laki meletus dengan dahsyat dan menelan korban jiwa 9 orang. Banyaknya korban itu disebabkan oleh lontaran material vulkanik yang di antaranya berupa batu-batu besar yang menimpa rumah penduduk.
Imbauan
Atas erupsi pagi ini, PVMBG Kementerian ESDM mengimbau masyarakat di sekitar Gununh Lewotobi Laki-laki, juga pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 Km dari pusat erupsi gunung itu, serta di sektoral 8 km pada arah Barat Daya - Barat Laut.
"Waspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," katanya.
Masyarakat juga diimbau memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Terkait letusan Semeru, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak," katanya.
PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tegas PVMBG. (rhm)






