Lampung Barat, Harian Umum - masyarakat marga Buay kenyangan,desa pekon balak,kecamatan batu brak,Lampung barat,mengelar pesta adat turun temurun dari sebelum jaman Belanda, adat budaya tersebut di beri nama ( PESTA SAKURA )
Pesta Sakura tersebut bukan hanya di adakan warga pekon balak,akan tetapi di desa-desa lain pesta Sakura di adakan,contoh di pekon Sukabumi,kotabesi,kegeringan,kembahang,Canggu,kerang,kenali,hujung,bedudu,bahkan Sampai kecamatan balik bukit pun seperti desa/pekon,Wates,Padang dalom,way empulau ulu,sebarus,way mengaku.ikut mengadakan peringatan acara adat istiadat Tahuan tersebut.
Hari ini Selasa giliran Marga Buay Kenyangan desa pekon balak yang mengadakan pesta Sakura,antusias warga dari berbagai desa/pekon dan dari kecamatan lain yang ada di Lampung barat ikut memeriahkan pesta Sakura.
Acara pesta sakura terselenggara atas kerja sama muli mekhanai,raja-raja adat, pemerintahan pekon balak ( peratin ) ,masyrakat,pemda Lambar ,kepolisian,TNI serta dukungan dari pucuk pimpinan marga Buay kenyangan yakni, Pangeran Edwar Syah Pernong,yang di pertuah oleh 23 kepaksian Pernong Paksi sekala brak.
Perlu di ketahui pesta sakura di bagi beberapa nama,ada sekura kamak,sekura kecah,sekura batin,sekura bebay,dan sekura anak-anak,dan pesta sakura hanya ada di Lampung barat,arti nya ini merupakan adat budaya turunan dari leluhur yang sudah di akui oleh Pemda Lambar,Pemprof Lampung,bahkan sudah di akui secara nasional.
Di even nasional pesta sakura pun pernah tampil,baik di taman mini,maupun di kota-kota lain seluruh Indonesia,hal tersebut karena sang Pangeran Edwar Syah Pernong merupakan tokoh nasional,dan pernah menjadi ketua raja-raja ae nusantara.
Pekon balak kini di pimpin oleh Sarnada selalu peratin nya,beliau selalu mendukung apapun kegiatan yang ada di desa pekon balak,tapi yang bernilai positif, kami sempat mewawancarai peratin pekon balak yang terkenal sangat ramah dan religius itu, apa makna dari pesta sakura tersebut,beliau menjelaskan bahwa pesta sakura merupakan pesta yang sudah ada dari zaman nenek moyang dulu,dan acara ini bisa di katakan jembatan mempererat silaturahim antar saudara,kerabat,baik yang dekat maupun dari jauh,
Masih Sarnada, acara sakura ini mengandung banyak filosopi,misal mengangkat tentang kehidupan masyrakat sehari,baik yang punya gelar raja maupun rakyat biasa, acara ini berakhir kalau sudah panjat pinang, ungkap beliau.
Saya juga sangat bangga dengan kekompakan warga saya,maka dari itu di momen hari raya ini saya dan keluarga mengucapkan "?minal Aidin walfaidzin ) kepada semua masyrakat dan para peserta pesta sakura,tutup Sarnada.
( Yaldo/Yes24 )







