Bogor, Harian Umum- Terjun di dunia politik merupakan bentuk pengabdian Harry Ara kepada bangsa ini. Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, pria kelahiran Bogor 34 tahun lalu ini membentuk Forum Warga Tanah Sareal, Kota Bogor.
''Forum Warga Tanah Sareal ini dibentuk untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat. Dengan forum ini saya bisa berinteraksi langsung,'' kata politisi yang juga advokat ini.
Melalui forum ini, Harry berharap segala permasalahan di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik. Tak hanya itu, alumni SMPN 4 Bogor ini juga berharap melalui forum ini bisa dilakukan edukasi terhadap masyarakat dalam segala hal.
''Selama ini kan tahunya cuma pembanguan fisik saja, sementara sisi sosial ekonomi tidak tersentuh, karena tidak ada edukasinya. Akhirnya, ada pembangunan MCK yang menghabiskan puluhan juta, tapi tidak dipergunakan warganya karena tetap masih senang ke kali, akibat tidak ada edukasi ,'' imbuhnya.
Untuk itu, mantan anggota Tim Percepatan Pelaksana Prioritas Pembangunan (TP4) Kota Bogor ini pun nekat maju menjadi calon legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra untuk daerah pemilihan (Dapil) Tanah Sareal. Bapak satu anak ini mendapat nomor urut 7.
Pengalamannya sebagai staf ahli DPRD Kota Bogor membuatnya paham sekali dengan tugas dan fungsi anggota DPRD, yakni legislasi, penganggaran (budgeting), dan pengawasan.
''Untuk itu, sebagai ketua Forum Warga Tanah Sareal, saya akan melibatkan warga dan partisipasi aktif dalam menjalankan fungsi Dewan, jika saya terpilih nanti,'' katanya.
Tidak hanya untuk mengantarnya mengabdi di DPRD Kota Bogor, namun Forum Warga Tanah Sareal juga akan dilibatkan secara aktif dalam menjalankan fungsi DPRD.
''Saya memahami bahwa agenda reses tidak cukup untuk menjaring aspirasi komunikasi dengan warga, tapi perlu agenda extra seperti melalui Forum Warga Tanah Sareal,'' tegas putra almarhum Dr Pittor MSc, mantan dosen senior IPB, ini.
Diakui, pelibatan masyarakat secara aktif dalam menjalankan fungsi-fungsi Dewan tersebut menjadi pembeda antara dirinya dengan Caleg lain di Kota Bogor.
"Jadi, jika saya terpilih, warga akan memiliki lebih banyak peran dalam pemerintahan," pungkas anggota Bukan Basket Biasa Kota Bogor dan mantan ketua Gerakan Rakyat Bogor Bersatu dua periode (2007-2017) ini. (rhm)







