Jakarta, Harian Umum - Guna menangani penyakit dengan ancaman pandemi seperti penyakit flu burung, perlu dilakukan penerapan standar laboratorium skala nasional dan internasional yang memenuhi
kriteria keamanan kesehatan tersebut.
"Kita punya sekitar 4 Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) yang memiliki kemampuan untuk memeriksa new emerging disease, baik itu terhadap flu burung atau ancaman penyakit lama yang bergejolak kembali ," kata Direktur Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Dr Siswanto, saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), beberapa hari lalu seperti dilansir detik.com.
Ke empat Labotarium infeksi tersebut, telah memiliki standar penanganan dan kemampuan menangani dan mendeteksi secara cepat dan tepat.
"Secara umum memang artinya ada beberapa agent yang harus diperiksa terutama flu burung dan dugaan MERS COV. Jadi ke depan memang kita akan memperkuat laboratorium. Jadi sekarang kapasitas kita
untuk melakukan pemeriksaan yang menjadi jejaring dengan Litbang itu ada BBLK di Makassar, Surabaya, Palembang dan Jakarta," lanjutnya.
Penanganan dari wabah penyakit khususnya yang berpotensi pandemi seperti flu burung membutuhkan penanganan minimal dari dua aspek. Adanya komunikasi yang baik dari Kementerian Kesehatan dan
Kementerian Pertanian diharapkan bisa mampu mencegah penularan dan penyebarannya.
"Untuk kasus flu burung kan one health, manusianya diperiksa, hewannya juga diperiksa. Kita sudah punya jalur komunikasi, unggas yang terkena infeksi dikomunikasikan dengan tenaga kesehatan dan
sebaliknya," ungkapnya.







