TANGSEL, HARIAN UMUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar acara lounching pilkada bertajuk 'Pilkada Berbudaya, Tangsel Berdaya' di ballroom Universitas Terbuka, Pamulang, Kota Tangsel, Senin (9/12/2019).
Namun, acara yang dihadiri oleh unsur muspida, organisasi masyarakat (ormas), partai politik serta tokoh-tokoh tersebut, justru dipenuhi bangku kosong, bahkan beberapa orang yang hadir tampak keluar dari acara, meski gelaran masih berlangsung.
Dikatakan Wakil Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan Suhari Wicaksono, pelaksanaan kegiatan lounching dinilai tidak rapih, dan sosialisasi kepada para partai politik dirasa kurang.
“Diharapkan kedepan kegiatan terkait pilkada harus lebih rapih. Peserta pilkada itu kan partai politik, jadi gemanya harus ada. Ini tidak ada. Dari penempatan pimpinan parpol saja tidak ada dalam acara itu. Substansinya tidak kena, banyak yang balik kanan juga,” ujar Suhari.
Melihat kondisi tersebut, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Zaki Mubarak menyatakan, KPU harus lebih pro aktif dalam bersosialisasi. Pasalnya, tambah Zaki, keberhasilan KPU dalam penyelenggaran pilkada, nampak dari seberapa banyak masyarakat yang mengetahui tahapan serta informasinya mengenai pilkada tersebut.
"Ya memang perlu lebih digenjot, biar lebih rame lagi. KPU harus lebih proaktif. Selenggarakan kegiatan sosialisasi di kampus-kampus, gelar event-event olahraga dan pentas seni. Soalnya salah satu ukuran keberhasilan proses pilkada adalah masyarakat luas tahu tahapan-tahapannya dan ikut partisipasi," kata Zaki saat dihubungi wartawan.







