JAKARTA, HARIAN UMUM - Meski namanya disebut-sebut sebagai calon kuda hitam ketua DPRD DKI Jakarta, anggota fraksi PDIP Ida Mahmudah mengatakan dari 25 orang anggota DPRD DKI Fraksi PDIP mempunyai peluang sama.
"Meski pun memang yang didorong untuk jadi Ketua DPRD DKI adalah Bang Pras, Mas Gembong dan saya sendiri,"ujar Ida kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (5/8/2019).
Ida menilai Prasetio Edi Marsudi dan Gembong Warsono punya peluang besar untuk menjadi Ketua DPRD DKI.
"Mas Gembong misalnya, meski sudah ditunjuk sebagai Ketua Fraksi PDIP bukan berarti tertutup peluangnya untuk ditunjuk DPP Ketua DPRD DKI. Sebab penunjukan Ketua Fraksi ada ditangan DPD,"ujarnya.
Ida tidak menampik, adanya isu kalau PDIP akan menempatkan sosok perempuan di kursi Ketua DPRD DKI Jakarta. Namun Ida menegaskan, tidak ingin faktor gender dikedepankan dalam penempatan kader perempuan di posisi ketua DPRD.
"Jangan sampai penempatan perempuan itu karena belas kasihan. Itu gak boleh. Penempatan perempuan harus berdasarkan kemampuan," tegasnya.
Ida pun memastikan, kalau pununjukan Ketua DPRD DKI bakal selesai pada bulan ini. "Sebenarnya saya tidak tahu persis sampai sejauh mana pembahasan kursi Ketua DPRD DKI ini, selain itu kewenangan DPP, saya juga baru pulang dari Korea untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara. Tapi yang saya tahu soal penempatan Ketua Kursi DPRD DKI sudah dibahas di DPP,"pungkasnya.
Diketahui, Nama Ida Mahmuda dikabarkan menjadi kuda hitam calon Ketua DPRD DKI periode 2019-2024. Munculnya nama Ida Mahmuda setelah beredar kabar di internal PDIP kalau Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri menghendaki kalau Ketua DPRD DKI Jakarta dijabat oleh perempuan.
"Kabarnya memang seperti itu mas. Tapi lihat aja nanti keputusannya siapa yang ditunjuk oleh DPP untuk duduk sebagai Ketua di DPRD DKI," ungkap sumber di internal PDIP.
Ditempat terpisah Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono tak menampik adanya kabar tersebut.
"Memang saat ini ada tiga nama yang sudah diusulkan ke DPP untuk dipilih sebagai ketua DPRD DKI Jakarta. Tiga nama itu adalah Prasetio Edi Marsudi, saya sendiri Gembong Warsono dan Ida Mahmuda," terang Gembong.
Namun Gembong menambahkan, peluang kader lain selain tiga nama tersebut masih terbuka. Sebab syaratnya yang akan menduduki ketua DPRD DKI adalah kader yang dianggap mampu dan amanah menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga legislatif. (Zat)







