Washington, Harian Umum - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan imbauan agar masyarakatnya tidak bepergian ke wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan akibat meningkatnya kerusuhan dan aksi kekerasan di sana.
Seperti dikutip dari Express US, Kamis (8/5/2025), Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan, konflik yang sedang berlangsung di dua wilayah itu bisa membahayakan keselamatan wisatawan, bahkan berisiko menyebabkan cedera atau kematian.
Deplu AS juga mengingatkan warganya agar menghindari kerumunan dan demonstrasi yang terjadi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan karena di wilayah tersebut ada kelompok separatis bersenjata yang bisa saja menculik warga asing, termasuk warga negara AS.
Imbauan ini dikeluarkan karena sebagaimana diakui Pemerintah AS, kemampuan AS untuk memberikan bantuan darurat di Papua sangat terbatas, bahkan pejabat resmi AS yang bertugas di Indonesia harus mendapatkan izin khusus jika ingin bepergian ke wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Tak cuma itu, Washington jmemberikan lampu kuning untuk seluruh wilayah Indonesia secara umum, karena Pemerintah AS telah memasukkan Indonesia dalam kategori peringatan perjalanan level 2, yang artinya wisatawan diminta untuk lebih berhati-hati.
Level 2 itu bukan berarti Indonesia tidak aman, tapi ada sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, seperti potensi kejahatan, kerusuhan, wabah penyakit, atau bencana alam.
"Waspadai risiko yang meningkat terhadap keselamatan dan keamanan. Departemen Luar Negeri memberikan saran lebih lanjut bagi para pelancong ke wilayah-wilayah ini dalam peringatan perjalanan. Kondisi di negara mana pun dapat berubah sewaktu-waktu," kata Deplu AS.
Deplu AS menjelaskan, penetapan tingkat peringatan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat kejahatan, terorisme, kerusuhan sipil, kondisi kesehatan masyarakat, dan risiko bencana alam. (man)


