Jakarta, Harian Umum- Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Toto Sugiarto, menilai, sembilan nama kader yang disodorkan PKS sebagai cawapres Prabowo Subianto, memiliki tingkat peluang sama.
Sebab, selain mereka berangkat dari partai yang telah memiliki karakter dan identitas tersendiri, serta massa besar, juga sebagai partai dengan latar belakang Islam politik, PKS mampu menunjang sosok Prabowo yang merupakan tokoh nasionalis.
"Dengan pola berbeda tersebut, siapapun cawapresnya, kader PKS mampu memberi dukungan massa lebih banyak dalam Pilpres 2019 untuk Prabowo," ujar Toto seperti dikutip dari ROL, Senin (23/4/2018).
Skenario pasangan Prabowo dengan PKS semakin berpotensi unggul mengingat isu agama diprediksi masih menjadi topik hangat hingga tahun depan. Parpol berbasiskan Islam seperti PKS cenderung lebih mudah dalam menggerakkan mesin politik Gerindra dan Prabowo yang telah ada guna meningkatkan elektabilitas.
Selain latar belakangnya, PKS juga unggul dari segi soliditas, sehingga akan menunjang Prabowo yang sudah menerima mandat dari Gerindra untuk maju ke Pilpres 2019 sejak awal bulan ini.
"Ketika ada satu kader yang maju, kader PKS lain biasanya memberikan dukungan, sehingga kekuatan koalisi semakin besar," ucapnya.
Sebelumnya, PKS sudah mengajukan sembilan nama kader ke Gerindra, yakni:
1. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
2. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid
3. Mantan Presiden PKS Anis Matta
4. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno
5. Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman
6. Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie
7. Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring
8. Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf
10. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
(man)





