Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto disebut setuju untuk segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian sebagaimana dimintakan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) saat bertemu di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2025) sore hingga malam.
Tokoh-tokoh GNB yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Siti Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Quraish Shihab, Romo Franz Magnis Suseno, Omi K Nurcholis Majid, Ery Riyana Hardjapamekas, dan Alissa Wahid
"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Pendeta Gultom seusai pertemuan sebagaimana dikutip dari Sindonews, Jumat (12/9/2025).
Lukman Hakim membeberkan, Presiden Prabowo menyimak satu per satu poin-poin aspirasi yang dibawa GNB dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar tiga jam itu.
Aspirasi tersebut, kata Lukman, sejalan dengan 17+8 Tuntutan Rakyat yang disuarakan mahasiswa dan mssyarakat pasca demo rusuh pada 28-31 Agustus 2025.
"Bapak Presiden tidak hanya menerima, tapi juga memahami, bahkan membahasnya secara detail," kata Lukman.
Lukman menyebut, poin-poin tuntutan yang disampaikan GNB salah satunya tuntutan untuk membentuk Tim Investigaai Independen untuk mengusut demo rusuh tersebut.
Prabowo, kata Lukman, juga menyambut baik tuntutan tersebut.
"Salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk Komisi Investigasi Independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," jelas dia.
GNB juga menyampaikan kepada Prabowo tentang tuntutan agar pelajar hingga mahasiswa yang ditangkap saat demo rusuh tersebut, dan masih ditahan, sesegera mungkin dibebaskan.
"Karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak kita yang mestinya mereka tidak ada dalam posisi seperti itu. Karena dengan ditahan lalu kemudian mereka menjadi terganggu, bahkan bisa terputus proses pendidikannya," kata Lukman.
GNB juga menyampaikan tuntutan agar dilakukan reformasi di sejumlah bidang, mulai dari ekonomi, politik, hukum, HAM, pertahanan, dan keamanan. Tuntutan ini, kata Lukman, merupakan aspirasi masyarakat yang mereka sampaikan kepada Presiden.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat Bapak Presiden bersama pemerintahannya bisa menindaklanjuti itu," kata Lukman.
Sementara Quraish Shihab mengaku, ia dan para tokoh GNB mendapat penjelasan memuaskan dari Presiden Prabowo atas tuntutan yang mereka bawa ke Istana.
"Sehingga dialog kita ini sungguh sangat bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara kita," katanya. (man)







