Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto meminta kepada Kapolri dan Panglima TNI agar menindak tegas demonstran yang anarkis.
Permintaan itu disampaikan saat rapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan sejumlah menteri di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/9/2025.
Kapolri mengatakan, rapat ini membahas perkembangan keamanan terkini.
"Baru saja kita bersama Bapak Panglima dan juga beberapa menteri terkait, dipanggil oleh Bapak Presiden untuk melaksanakan evaluasi terkait dengan perkembangan situasi terkini," kata Kapolri setelah rapat.
Ia mengeritik unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, yang menurutnya cenderung anarkis dan menjadi pidana.
"Kalau kita melihat bahwa eskalasi yang terjadi dua hari ini kecenderungannya terjadi tindakan anarkis di beberapa wilayah. Mulai dari pembakaran gedung, fasilitas umum, penyerangan terhadap markas, dan area fasilitas umum yang dilakukan pembakaran dan tindakan lain yang tentunya ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan cenderung kepada peristiwa pidana," katanya.
Ia mengakui bahwa penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara dan dilindungi UU, akan tetapi dia mengingatkan agar penyampaian pendapat harus memperhatikan kepentingan umum, mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.
Dia pun mengaku bahwa Presiden meminta pelaku demo ricuh untuk ditindak tegas.
"Tadi bapak Presiden memerintahkan kepada saya dan panglima khusus terkait tindakan yang bersifat anarkis, kami TNI dan Polri diminta untuk mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku," katanya.
Seperti diketahui, pada 25 Agustus 2025 lalu terjadi demo besar-besaran di DPR dengan tuntutan bubarkan lembaga legislatif tersebut. Demo ini berujung ricuh dan jatuh empat korban luka di mana tiga di antaranya akibat lemparan batu demonstran, dan seorang katanya dipukul polisi.
Pada tanggal 28 Agustus 2025 kembali terjadi demo besar-besaran dengan agenda yang sama, dan terjadi tragedi yang membuat situasi semakin memanas, dan bahkan mengubah Kericuhan menjadi kerusuhan yang dengan target, di antaranya Polda Metro Jaya, Mabes Polri dan kantor-kantor polisi. pada Sabtu (30/8/2025) dini hari Polres Jakarta Timur dibakar, sementara sebelumnya sejumlah halte Transjakarta di Jakarta dibakar.
Di daerah-daerah, kantor DPRD pun luluh lantak karena dibakar.
Tragedi itu adalah dilindasnya pengemudi Ojol bernama Affan Kurniawan (21) oleh Brimob dengan kendaraan taktis (Rantis) Barakuda di Jalan Pejompongan, Kamis (28/8/2025) malam. (rhm)







