Jakarta, Harian Umum - Kericuhan kembali terjadi di depan gedung DPR dan sekitarnya setelah demo buruh selesai pada Kamis (28/8/2025) siang.
Kala itu, setelah massa buruh berlalu dari depan gedung DPR, datang massa yang lain yang belakangan diketahui sebagai mahasiswa. Mereka datang dengan cara longmarch dari area Gelora Bung Karno, lalu mencoba mendobrak gerbang utama Gedung DPR RI.
Mereka juga merusak empat CCTV yang terpasang di depan gedung DPR dengan cara memanjat gerbang, dan kemudian mencolok-colok dan memukulnya dengan menggunakan bambu sepanjang 1,5 meter.
"Biar enggak kelihatan muka, biar enggak dipantau. Takut nanti diciriin, terus ditangkep setelah aksi. Biasanya gitu soalnya," kata seorang mahasiswa yang membantu temannya merusak CCTV dengan memberikan bambu kepada temannya itu yang telah berada di atas pagar.
"DPR hanya berpihak pada oligarki! Bubarkan DPR sekarang juga!" teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Teriakannya disambut gemuruh rekan-rekannya, dan kemudian teriakan revolusi pun terdengar.
"Revolusi! Revolusi! DPR pengkhianat rakyat! Kami tidak takut, rakyat lawan oligarki!" katanya.
Kericuhan mulai pecah sekitar pukul 14.20 WIB. Lemparan botol, kayu, dan bambu runcing dilakukan oleh sejumlah mahasiswa ke arah pagar DPR. Beberapa pedemo juga mencorat-coret tembok DPR dengan cat semprot. Coretan berupa tulisan “DPR BAB*”, “DPR Bungkam Rakyat”, dan simbol-simbol perlawanan terlihat jelas di sisi kiri dan kanan gerbang.
Peringatan yang berulang kali disampaikan polisi tidak didengar, bahkan massa melempari polisi dengan batu dan benda-benda lainnya, sehingga polisi menembakkan watercanon dan mengerahkan pasukan beserta mobil pengurai massa untuk memukul mundur mereka.
Gas air mata juga terlihat digunakan, membuat udara menjadi berasap.
Sebagian massa ada yang terpukul mundur hingga jembatan layang Jalan Gerbang Pemuda Senayan, tetapi ada juga yang lari ke jalan tol, sehingga arus lalu lintas di sana lumpuh.
Kericuhan juga pecah di Jalan Pejompongan, karena di sana ada massa yang tak dapat menembus ke DPR akibat blokade polisi.
Mereka melempari polisi dengan batu dan air mineral, kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata. Massa itu kocar kacir ke rel kereta.
Hingga pukul 17:30, polisi terlihat masih bertahan, sementara massa masih berkumpul di rel kereta tak jauh dari Stasiun Palmerah.
Tampak kondisi jalan penuh dengan batu yang berserakan, sementara udara dipenuhi asap dengan baru yang menusuk dari petasan yang dilemparkan demonstran, dan gas air mata yang ditembakkan polisi. (man)







