Jakarta Harian Umum - Hingga Selasa (28/4/2026) pagi sebanyak 7 orang tewas dan 81 orang luka-luka akibat ditabraknya KRL Commuterline jurusan Duri-Cikarang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Gambir-Surabaya Pasarturi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) pukul 29:57 WIB.
"Tujuh orang meninggal dunia dan 81 orang luka-luka. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit," kata VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba kepada MetroTV melalui sambungan telepon, Selasa (28/4/2026) pagi.
Ia menambahkan, KAI meminta maaf atas insiden ini dan menegaskan bahwa biaya perawatan para korban akan ditanggung oleh asuransi dan KAI.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut ini berawal ketika sebuah taksi listrik ditabrak kereta listrik jurusan Cikarang - Bekasi Timur di perlintasan Ampera yang berada tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan itu membuat KRL Commuterline jurusan Duri - Cikarang yang telah masuk jalur 2 untuk menurun dan menaikkan penumpang, tidak dapat langsung berangkat.
Tak lama setelah itu, datang KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kencang di rel yang sama di mana KRL Commuterline berhenti.
Tak ayal, lokomotif KA Argo Bromo menghantam gerbong paling belakang KRL hingga menimbulkan suara tumbukan yang amat keras, sehingga gerbong itu ringsek dan lokomotif KA Argo Bromo menyuruk masuk gerbong tersebut, dan meringsekkan satu gerbong di depan gerbong KRL yang paling belakang.
Kerasnya tabrakan membuat penumpang terpental, dan pecahan kaca KRL bertebaran di peron.
Gerbong paling belakang KRL merupakan gerbong khusus wanita, sementara gerbong di depannya merupakan gerbong umum.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo yang berjumlah 240 orang, selamat. Seluruh korban merupakan penumpang KRL. (man)


