Jakarta, Harian Umum - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen pascademo yang berujung rusuh pada 25 Agustus dan 28-31 Agustus 2025.
Demo itu bukan hanya merusak fasilitas umum dan aset negara seperti halte Transjakarta, gedung DPRD dan kantor polisi di sejumlah daerah, tapi juga merenggut korban jiwa dan luka-luka.
AHY mengatakan, tim investigasi independen tersebut memang harus dibentuk untuk mengidentifikasi secara utuh apa yang terjadi.
"Saya rasa memang harus kita bisa identifikasi dengan utuh, sehingga mencegah terjadinya ... bisa dikatakan misinformasi, disinformasi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9/2025), dikutip dari kompas.com.
Menurut putra sulung mantan Oresiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu, tim investigasi penting di tengah era banjir informasi, yang mudah disiarkan masyarakat melalui media sosial.
"Hari-hari ini juga sering membuat bingung, kita semua sering cemas ketika tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, dan ini berlaku di berbagai aspek yang lainnya, karena informasi itu penting untuk diketahui secara faktual dan aktual," katanya.
AHY mengakui,, jika ingin mengetahui sebuah insiden maupun sebuah tragedi, perlu informasi yang utuh dan menyeluruh demi menghindari fitnah, menghindari juga hoaks dan lain sebagainya, termasuk juga menghindari teori konspirasi.
"Jadi, banyak sekali teori konspirasi yang muncul dan kita mencegah sekali lagi terganggunya kerukunan antar anak bangsa," tegas dia. (man)


