Jakarta, Harian Umum - Calon anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI dari Dapil DKI Jakarta, Dr. dr. Ulla Nuhrawaty MM, punya concern yang luar biasa terhadap lingkungan.
Calon senator DKI nomor urut 24 ini bahkan punya keinginan untuk menyelesaikan masalah sampah di Jakarta
"Sebagai senator, saya mau menyelesaikan masalah sampah di Jakarta," katanya kepada wartawan, Kamis (8/2/2024).
Menurut anggota MPR periode 1997-1999 ini, masalah sampah bukan hanya terjadi di Indonesia, bahkan masalah yang terkait dengan lingkungan hidup ini masuk dalam program dunia dari Milenium Development Goals (MDHs) sampai Sustainable Development Goals (SDGs) dengan target lingkungan hidup harus bersih, termasuk bersih dari sampah.
"Sampah bukan hanya yang kelihatan, melainkan semua yang berkaitan dengan kesehatan, termasuk polusi udara," katanya.
Diakui, menyelesaikan masalah sampai di Jakarta merupakan hal yang tak mudah, karena selama.ia berkampanye sejak November 2023, salah satu keluhan yang disampaikan masyarakat adalah masalah sampah, di mana sampah sering terlambat diangkut hingga menumpuk di pemukiman, masih adanya orang-orang yang membuang sampah secara sembarangan, bahkan juga masalah infrastruktur sampah, baik soal kurangnya sarana pengangkut sampah maupun jauhnya lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dari rumah warga.
"Keluhan seperti ini banyak saya dapati dari masyarakat yang tinggal di pemukiman padat," katanya.
Menurut Dr. Ulla, masalah sampah ini harus dapat dituntaskan segera, karena kalau satu rumah tangga menghasilkan berapa kilogtam sampah per hari, dan sampah itu ditumpuk dan terus ditumpuk, maka bisa menggunung.
"Dalam dimensi kesehatan, kita tahu bila sampah yang bertumpuk mengalami fermentasi, sehingga berbagai bakteri seperti bakteri e.coli, parasit, tumbuh berkembang. Kalau terbawa angin, kemudian terhirup orang sehat, maka dia akan sakit. Kalau terbawa angin dan hinggap di makanan, orang yang memakan makanan itu akan sakit. Belum lagi sampah juga menimbulkan lalat. Maka, dicegah agar orang tidak sakit," katanya.
Dr. Ulla mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, juga mungkin dalam ajaran agama.lain, diajarkan bahwa kebersihan merupakan pangkal kesehatan, dan kebersihan sebagian dari iman.
Maka, kata dia, kewajiban setiap orang untuk memberi pengertian kepada orang yang belum sadar bahwa sampah adalah bagian dari kepentingan hidup kita juga, dan sebenarnya sampah bisa mendatangkan manfaat secara ekonomi.
"Saya tak mau menggunakan istilah hilirisasi, tapi kita mulai darimana sampah itu berasal, kemudian mengelolanya sehingga tidak menjadi beban atau bencana, tetapi menjadi hal yang produktif, karena sampah bisa di-recycke (daur ulang) menjadi sandal, sepatu, jaket, tas dan lain-lain. Untuk melakukan recycle itu dibutuhkan keterampilan dan teknologi, tetapi di Jakarta (yang telah menjadi kota metropolitan dunia) semua bisa dilakukan, tinggal bagaimana kita mengedukasi rakyat, di situ masalahnya," katanya.
Dr. Ulla memastikan bahwa ketika dirinya duduk sebagai anggota DPD RI, maka pemberdayaan masyarakat dalam.pengelolaan sampah termasuk yang akan menjadi prioritas.
"Insya Allah nanti dalam.konteks mengelola sampah dari tidak berguna menjadi berguna, menjadi bagian dari industri, nanti itu yang akan kita kerjakan ke depan. Kita akan kerjasama, menawarkan ini seluas-luasnya kepada peminat untuk.kemudian siapa yang care, siapa (yang punya) talent di situ dan siapa yang meyakini bahwa dari sampah kita akan menjadi sejahtera, itu akan kita libatkan," katanya.
Dr. Ulla sebenarnya merupakan kader Partai Golkar sejak tahun 1983. Dia bahkan pernah dipercaya menjadi ketua umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar, yaitu organisasi perempuan Golkar seluruh Indonesia, selama 12 tahun.
"Tapi karena saya sekarang mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI, saya nonaktif dari Golkar," katanya.
Dr. Ulla dapat maju menjadi calon anggota DPD karena dapat memenuhi syarat 3.000 dukungan warga Jakarta yang dibuktikan dengan foto copy KTP-nya. Bahkan, dari syarat 3.000 KTP tersebut, Dr. Ulla dapat menghimpun 7.000 KTP.
"Ada sekitar 60 orang yang mendaftar menjadi anggota DPD kalau saya tidak salah ingat, tapi yang dapat memenuhi persyaratan hanya 25 orang. Saya salah satunya," kata dia.
Dr. Ulla optimis dapat menjadi Senator Jakarta, karena selain memiliki basis massa yang kuat dan militan, dia juga melihat masyarakat merespon dengan sangat baik program-programnya. (rhm)






