Jakarta, Harian Umum - Sekelompok ilmuwan mengklaim telah menemukan jenis baru auman singa yang mereka sebut auman perantara.
'Auman ini lebih pendek dan bernada lebih rendah dibanding auman khas hewan singa, yaitu auman penuh," Live Science melaporkan, dikutip Jumat (21/11/2025).
Para peneliti menemukan bahwa auman perantara ini selalu mengikuti auman penuh.
Menurut Jonathan Growcott, mahasiswa doktoral matematika dan statistik Universitas Exeter, Inggris, yang juga penulis utama dalam studi ini, penemuan auman sementara sekaligus mengungkap bahwa vokalisasi singa lebih kompleks dibanding yang diperkirakan selama ini.
"Auman penuh adalah ledakan suara, keras dan kompleks, serta bernada lengkung," kata Growcott kepada Live Science melalui email.
Auman perantara, lanjut Growcott, berbeda dengan auman penuh, karena suaranya lebih datar dengan variasi yang lebih sedikit.
Penemuan yang juga dipublikasikan di jurnal Ecology and Evolution pada hari ini, Jumat (21/11/2025), menantang keyakinan lama bahwa hanya ada satu jenis auman singa.
"Dan ini dapat membantu para peneliti memperkirakan ukuran populasi singa dengan lebih akurat,' sambung Growcott.
Singa mengaum untuk berkomunikasi dengan kawanannya dan menetapkan wilayah mereka.
Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa auman singa yang lantang adalah tanda tangan unik yang dapat diidentifikasi secara individual, yang berisi informasi tentang jenis kelamin, usia, dan karakteristik hewan lainnya.
"Ini menunjukkan rekaman suara dapat membantu para ilmuwan menghitung jumlah singa di suatu lanskap dan dengan demikian membuat perkiraan kepadatan populasi," jelas Growcott.
Untuk penelitian ini, para peneliti memasang 50 mikrofon yang dibuat khusus di Taman Nasional Nyerere, Tanzania, dan memasang sensor akustik ke kerah lima singa di kawasan Bubye Valley Conservancy di Zimbabwe.
Secara total, tim merekam 3.149 vokalisasi singa Afrika (Panthera leo).
Tim kemudian menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis suara-suara tersebut, yang mengungkapkan adanya auman perantara.
"Tanpa AI, memahami auman penuh dan mengidentifikasi singa berdasarkan vokalisasinya selalu subjektif," sambung Growcott.
Singa juga mengeluarkan suara lain, termasuk geraman, geraman, dengusan, erangan, dan meong, tetapi hanya auman penuh yang terbukti memiliki ciri khas yang dapat diidentifikasi, sehingga penting untuk mengidentifikasi auman ini dengan benar dan mengekstrak informasi sebanyak mungkin darinya.
Model AI para peneliti memungkinkan mereka untuk mengklasifikasikan jenis vokalisasi singa dengan akurasi lebih dari 95%, yang sebagian besar menghilangkan bias yang muncul ketika peneliti mencoba mengkarakterisasi panggilan singa secara manual.
Pendekatan ini juga memudahkan identifikasi singa individu berdasarkan auman penuh mereka, dan menyoroti auman perantara yang sebelumnya tidak diketahui.
P,engetahuan tentang auman sementraa akan membantu para peneliti untuk mengisolasi auman penuh di masa mendatang. (rhm)







