Jakarta, Harian Umum - Para ilmuwan menemukan material pengganti pasir yang merupakan salah satu material utama dalam konstruksi bangunan.
Dikutip dari Yahoo News, Kamis (20/11/2025), temuan ilmuwan itu telah dipublikasikan oleh Nature, di mana dalam publikasi tersebut dijelaskan bahwa ilmuwan menemukan satu bahan yang bisa digunakan sebagai pengganti pasir, yaitu skoria vulkanik.
Skoria vulkanik merupakan batuan beku vulkanik berwarna gelap yang terbentuk dari magma yang mendingin dengan cepat saat keluar dari dalam gunung berapi.
"Para ilmuwan mengungkapkan, skoria vulkanik punya sifat mekanik dan termal yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan bangunan," kata Yahoo News mengutip Nature.
Menurut studi ilmuwan, skoria vulkanik dapat mengurangi penggunaan pasir bangunan dalam konstruksi rumah atau gedung.
Selain itu, material ini juga diklaim dapat mengurangi bobot beton, tapi tidak memengaruhi kekuatannya.
Dalam penelitiannya, ilmuwan menguji tingkat substitusi volumetrik skoria vulkanik dengan mencampurkan pasir bangunan sebanyak 35%, 50%, 70%, dan 100% terhadap skoria vulkanik.
Hasilnya; vampuran skoria vulkanik dengan 35% pasir bangunan menghasilkan kuat tekan tertinggi, yakni mencapai 43,6 MPa (megapascal). Angka itu melampaui sampel kontrol sebesar 39,6 MPa.
Sementara campuran skoria vulkanik dengan 50% pasir bangunan menghasilkan kuat lentur mencapai 4,88 MPa dan kuat tarik optimal 3,36 MPa.
Artinya, jika kadar skoria vulkanik lebih dari 50%, maka kepadatannya akan terus berkurang.
Dengan menggunakan alat mikroskop scanning electron (SEM) dan difraktometer sinar-X, para ilmuwan yang terlibat penelitian ini mengungkapkan bahwa struktur berpori dan berkilau pada skoria vulkanik juga berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan air pada beton.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan skoria vulkanik berpotensi besar untuk digunakan sebagai pengganti pasir bangunan. Apalagi material ini jauh lebih ramah lingkungan karena tidak mencemari alam.
Meski begitu, ilmuwan masih terus melakukan penelitian lebih lanjut, karena apakah skoria vulkanik mampu menjaga bangunan tetap kokoh saat terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, belum diketahui. Juga masih harus diteliti apakah bangunan yang dibuat dengan material ini bisa bertahan lama, hingga puluhan tahun.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Seperti diketahui, pasir yang selama ini digunakan untuk konstruksi bangunan diambil dari sungai, dan lain-lain.
Hasil penelitian menunjukkan, penambangan pasir bukan hanya berpotensi merusak ekosistem dan lingkungan, akan tetapi juga menyumbang sekitar 8% polusi penyebab pemanasan global (global warming).
Dampak inilah yang membuat ilmuwan mulai mencari pengganti pasir bangunan demi mencegah kerusakan yang terus berlanjut. (man)


