Jakarta, Harian Umum - Sulawesi hingga Papua pagi ini, Minggu (12/10/2025), diguncang gempa berantai dengan skala minor hingga ringan.
Dari data yang dibagikan akun X @infoBMKG terlihat gempa ringan dengan magnitudo di kisaran 4 secara intens terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut) yang sebelumnya diguncang gempa dengan magnitudo 7,6 yang bersumber dari Laut Filipina.
Gempa berantai itu dimulai dari gempa lemah dengan magnitudo 3,6 di Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan, pada pukul 00:49 WIB. Gempa ini berepisentrum di koordinat 2.06 derajat LU - 124.18 derajat BT dari kedalaman 272 kilometer.
Koordinat tersebut berjarak 104 kilometer di Barat Laut Amurang.
Disusul gempa ringan dengan magnitudo 4.7 yang mengguncang Maluku Tenggara Barat pada Minggu (12/10/2025) pukul 00:59:20WIB. Episentrum gempa ini pada koordinat 6.27 derajat LS - 130.45 derajat BT dari kedalaman 176 kilometer.
Episentrum gempa ini berada 211 kilometer di Barat Laut Maluku Tenggara Barat.
Gempa lemah dengan magnitudo 3,0 kemudian mengguncang Kabupaten Jayapura, Papua, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02:03:25 WIB.
Episentrum gempa ini berada di 2.29 derajat LS - 140.31 derajat BT dari kedalaman 13 kilometer. Episentrum ini berjarak 92 kilometer Timur Laut Jayapura.
Selanjutnya gempa ringan dengan magnitudo 4,9 mengguncang Melonguane, Kebupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) yang sebelumnya diguncang gempa dengan magnitudo 7,6.
Gempa magnitudo 4,9 di Melonguane terjadi pada Minggu (12/10/2025) pukul 02:28:27WIB dengan episentrum berada di 7.92 derajat LU - 126.89 derajat BT dari kedalaman 65 kilometer. Episentrum ini berjarak 436 kilometer di Timur Laut Melonguane.
Selanjutnya gempa lemah dengan magnitudo 3.9 terjadi di Maluku Tengah pada Minggu (12/10/2025) pukul 03:14 WIB.
Episentrum gempa ini di koordinat 2.67 derajat LS - 129.45 derajat BT dari kedalaman 14 kilometer. Episentrum itu berada 88 kilometer di Timur Laut Maluku Tengah.
Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) kemudian diguncang gempa ringan dengan magnitudo 4,2 pada Minggu (12/10/2025) pukul 03.59 WIB.
Episentrum gempa ini berada di koordinat 8.22 derajat LS - 119.85 derajat BT dari kedalaman 148 kilometer. Episentrum itu berada 30 kilometer di Barat Laut Labuan Bajo.
Dalam waktu beberapa menit kemudian, Melonguane di Sulut kembali diguncang gempa ringan dengan magnitudo 4,6 pada Minggu (12/10/2025) pukul 04.02 WIB.
Episentrum gempa ini berada di 8.54 derajat LU - 127.61 derajat BT dari kedalaman 10 kilometer. Episentrum tersebut berada 515 kilometer di Timur Laut Melonguane.
Selanjutnya gempa minor dengan magnitudo 2,5 menggetarkan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (12/10/2025) pukul 04.24 WIB.
Episentrum gempa itu di koordinat 8.32 derajat LS - 118.09 derajat BT dari kedalaman 183 kilometer. Episentrum gempa itu berada 47 kilometer di Barat Laut Dompu.
Terakhir, gempa ringan kembali mengguncang Melonguane dengan magnitudo 4,2 pada Minggu (12/10/2025) pukul 06.04 WIB.
Episentrum gempa ini di 4.01 derajat LU - 126.71 derajat BT dari kedalaman 38 kilometer. Episentrum itu berada hanya 3 kilometer di Timur Laut Melonguane.
BMKG tidak menjelaskan bagaimana gempa berantai ini terjadi, akan tetapi ada kekhawatiran bahwa gempa-gempa ini merupakan pertanda akan terjadinya gempa megathrust sebagaimana diingatkan BMKG pada Juni 2025 silam.
Dikutip dari lgi.co.id, di Indonesia ada beberapa zona subduksi utama yang rawan gempa megathrust yakini:
1. Zona Subduksi Sunda: Dari Sumatra hingga ke Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
2. Zona Subduksi Banda: Di daerah timur Indonesia, di sekitar Kepulauan Maluku dan Banda.
Zona-zona subduksi tersebut merupakan zona pertemuan tiga lempeng tektonik utama, antara lain:
1. Lempeng Indo-Australia: Bergerak ke arah utara, menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
2. Lempeng Eurasia: Relatif stabil, menopang sebagian besar daratan Indonesia.
3. Lempeng Pasifik: Bergerak ke barat dan berinteraksi dengan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Gempa Megathrust terjadi jika lempeng samudra secara tiba-tiba bergerak ke bawah lempeng benua, sehingga terjadi pergeseran secara vertikal dasar laut yang seringkali juga memicu tsunami. Magnitudo gempa Megathrust antara 8,0 hingga 9,0.
Jika lempeng di zona subduksi Sunda dan Banda bertumbukan, di mana lempeng samudra menyusup ke bawah lempeng benua, menurut lgi.co.id ada 13 wilayah yang mengalami gempa megatrust, yakni;
1. Mentawai-Pagai
2. Enggano
3. Selatan Sunda
4. Jawa Barat - Jawa Tengah
5. Jawa Timur
6. Sumba
7. Aceh - Andaman
8. Nias - Simelue
9. Batu
10. Mentawai - Siberut
11. Sulut
12. Filipina
13. Papua.
(man)







