Denpasar, Harian Umum - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir KPK terkait penanganan kasus dugaan suap terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan yang menjerat Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dan akhirnya menjadi terdakwa yang divonis 3,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Mamun, Hasto yang kala itu masih menjabat sebagai Sekjen PDIP, kemudian diberi amnesti oleh Presiden Prabowo Subianto dan dibebaskan pada Jumat (1/8/2025) malam.
Megawati mengaku, selama Hasto dijerat kasus itu, ia kerap berdoa agar keadilan hakiki terus diterapkan di Indonesia. Ia memganggap, Hasto hanya contoh dari sekian orang lain yang tidak mendapatkan keadilan hukum.
"Setiap malam, kalau saya sedang berzikir, saya sebut nama-nama, termasuk Pak Hasto.Saya minta kepada Yang di Atas, bukan minta apa-apa, keadilan yang hakiki pada orang-orang yang dibuat dari sisi hukum diperlakukan tidak adil. Banyak saudara-saudara, Pak Hasto itu hanya sebagai contoh soal saja," kata Megawati saat pidato di Kongres PDIP di Bali, Sabtu (2/8/2025).
Dia meminta para ahli hukum untuk menegakkan keadilan yang semestinya, dan mengingatakan agar keadilan selalu tegak lurus.
Dia bahkan mengingatkan bahwa Dewi Keadilan sebagai lambang supremasi hukum, ditutup matanya agar penilaian tidak diambil secara subjektif tapi berdasarkan pertimbangan neraca keadilan.
"Apakah kalian tidak punya anak-anak, tidak punya saudara? Kalau diperlakukan seperti itu, lalu bagaimana, di mana kalian akan mencari keadilan yang hakiki? Dengarkan seluruh rakyat Indonesia yang kucintai. Kembalikan keadilan hukum itu di Republik Indonesia ini," katanya.
Megawati lalu menyindir KPK dengan mengatakan bahwa ia sedih melihat kinerja KPK sekarang. Padahal, dia lah yang membuat lembaga itu.
"Maaf ya, kalau saya lihat KPK sekarang, sedihnya bukan main saya. Saya lah yang membuat, namanya Komisi Pemberantasan Korupsi. Coba teman-teman, kalau sekarang modelnya kaya begini, lalu bagaimana? Coba saja dipikir. Kan aneh, saya merasa aneh kok," katanya.
Kritik Mega terhadap KPK makin pedas ketika menyinggung kasus Hasto.
"Masa urusan begini aja Presiden harus turun tangan? Coba pikirkan. Lho saya kan pernah presiden. Jadi, setelah liku-likunya. Coba kalian kaya gitu. Ya kan ya? Lucu ya? Kenapa sih? Kok KPK jadi begitu? Itulah," tegasnya. (man)







