Jakarta, Harian Umum - Sidang gugatan sengketa permintaan salinan primer ijazah mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dengan penggugat Doktor Kebijakan Publik Bonatua Silalahi terhadap Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Komisi Informasi Pusat (KIP), Kamis (23/10/2025), memasuki tahapan mediasi.
Namun, mediasi tersebut tidak mencapai kata sepakat alias gagal karena sebagaimana halnya pada sidang perdana pekan lalu, ANRI masih belum menguasai atau memiliki salinan primer ijazah Jokowi tersebut.
Salinan primer ijazah dimaksud adalah salinan atau foto copy ijazah yang dilegalisir, dan salinan yang diminta adalah yang digunakan untuk Pilpres 2014 dan 2019.
"Mediasi tidak mencapai kata sepakat, karena ANRI tetap tidak punya salinan ijazah mantan Presiden Jokowi sebagaimana yang diminta klien kami, karena ANRI mengatakan, mereka belum menguasai informasi dimaksud," kata Abdullah Alkatiri, salah satu kuasa hukum Bonatua.
Karena tidak menemukan kata sepakat, lanjut dia, maka pada pekan depan, sidang memasuki materi pokok gugatan.
Untuk diketahui, pada 13 Oktober 2025 silam Bonatua dan Roy Suryo menerima salinan ijazah Jokowi untuk Pilpres 2019, akan tetapi ijazah itu ternyata tidak berlegalisir, dan tandatangan pada ijazah itupun ditutup.
Sementara Bonatua meminta salinan primer ijazah Jokowi kepada ANRI pada Agustus 2025. Seandainya saja salinan ijazah yang diberikan KPU pada Oktober lalu merupakan salinan primer, bisa saja permintaan Bonatua kepada ANRI tidak menjadi sengketa informasi yang disidangkan di KIP.
Pada sidang pekan lalu, ANRI mengaku kalau KPU pernah 17 kali mengirimkan dokumen Pilpres, akan tetapi tidak ada yang merupakan dokumen pendaftaran Capres/Cawapres, termasuk dokumen pendaftaran Jokowi.
Soal tandatangan yang ditutup pada ijazah yang diterima Roy Suryo dan Bonatua dari KPU pada Oktober lalu, juga menjadi pertanyaan Abdullah Alkatiri, kuasa hukum Bonatua.
"Kami bertanya mengapa ditutup? Apakah kalau dibuka akan ketahuan tandatangan itu berbeda dengan (ijazah alumni UGM) yang lain, atau bagaimana?" tanya Alkatiri. (rhm)







