Jakarta, Harian Umum - Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna menilai rencana pemindahan Ibukota harus segera direalisasikan. Sebab akibat kemacetan saja, dari perhitungan secara ekonomi sudah merugi sebesar Rp 100 trilyun per tahun.
"Kalau dibiarkan hanya menunda masalah. Tidak pindah saja sudah rugi Rp 100 triliun (tiap tahun) karena kemacetan," katanya seperti dilansir DetikFinance, Selasa (18/6/2019).
Karena itu Yayat mendesak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera merealisasikan rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke luar Pulau Jawa. Untuk lokasi, Kalimantan disebut-sebut sebagai salah satu alternatif lokasi baru untuk Ibukota Indonesia.
Langkah untuk merealisasikan pemindahan Ibukota, menurut Yayat akan lebih mudah mengingat saat ini kursi pimpinan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) bakal dikuasai partai pemenang Pemilu yang juga partai pendukung Presiden Jokowi yaitu PDIP.
Yayat menambahkan langkah selanjutnya pemerintah bisa fokus membuat perencanaan serta desain Ibukota. Setidaknya di tahun 2020 semua dimatangkan lalu pembangunan bisa dimulai pada tahun 2021-2023.
"Tahun ini penetapan, tahun depan perencanaan, 2021 mulai pakai anggaran pemerintah membangun, 3 tahun pembangunan, 2024 sudah ada yang dipindahkan. Lalu sudah ada persiapan lembaga pemerintah yang akan dipindahkan. Mana yang dipindahkan dulu," ungkapnya. (Zat)






