JAKARTA, HARIAN UMUM - Anggota Fraksi Partai Gerindra Inggard Joshua menyerahkan secara resmi 10 mobil ambulance kepada masyarakat melalui Ketua RT dan Ketua RW di kecamatan Kalideres, Tambora dan Cengkareng.
"Ini Sebagai bagian komitmen sebagai anggota dewan, saya serahkan setiap periode 10 ambulance. Pada periode kali ini juga 10 ambulan yang diserahterimakan kepada Ketua RW dan Ketua RT mewakili warga untuk diberdayakan bagi masyarakat," kata Inggard, usai acara slaturahmi dan penyerahan ambulance di Posko Pengaduan Masyarakat, di jalan H Kelik, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (21/9/2019).
Acara penyerahan ambulance tersebut turut dihadiri Sandiaga Uno dan politisi Gerindra lainnya Kamrussamad.
Adanya ambulance Inggard berharap bisa dipergunakan sebaik-baiknya masyarakat yang sedang membutuhkan terutam terkait masalah kesehatan. Selama ini kata Inggard layanan mobil ambulance dari pemerintah yaitu 118 belum mampu memberikan pelayanan maksimal. "Karena 118 itu agak lama pelayanannya, jadi belum memberikan pelayanan maksimal. Sebagai kader Gerindra selalu ingin berbuat untuk masyarakat. Dalam hal pengadaan ambulance, saya sisihkan dari honor saya sebagai anggota dewan," terang Inggard.
Selain pengadaan ambulance, Inggard menyebutkan pihaknya juga berusaha menyerap aspirasinya masyarakatnya di dapilnya dengan membuka posko pengaduan masyarakat. Hal tersebut sesuai amanah partai, agar setiap kader yang menjadi wakil rakyat harus membuka posko pengaduan masyarakat di rumahnya masing-masing.
"Tempat ini, rumah saya di Jalan H Kelik No 86 A RT 04, RW 08, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, saya jadikan juga sebagai posko pengaduan masyarakat. Di tempat ini saya bisa pantau kekurangannya apa saja di wilayah terutama dapil saya. Sehingga nantinya apa yang sudah disampaikan masyarakat melalui posko ini, saa bisa akses kepentingan masyarakat itu untuk di bawa pada rapat kerja dengan eksekutif.
Inggard menambahkan posko pengaduan masyarakat tersebut terbuka untuk masyarakat umum bukan hanya pendukungnya saja. "Dari beberapa aduan diantaranya, ada laporan keluhan masyarakat soal adanya RPH (Rumah Pemotongan Hewan) Babi yang terletak di wilayah Kapuk. Karena terletak di tengah pemukiman warga, kita mendesak agar RPH tersebut dipindahkan karena berada di tengah pemukiman masyarakat. Lebih baik lahan tersebut digunakan untuk kepentingan kesehatan dan pendidikan saja," tandas Inggard. (Zat)







