Banda Aceh, Harian Umum - Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko menjelaskan, penandatanganan Pedoman Kerja Tehnis (PKT) di antara Polda Aceh dengan 4 object penting nasional (obvitnas) dan lima object tertentu (obter) yang berada di Aceh adalah bentuk kerja sama dengan yang efisien dan efektif saat tangani masalah keamanan.
"Rintangan saat jaga ketertiban dan keamanan warga di depan semakin kompleks. Karena ada PKT ini, diharap kita dapat kerja sama lebih efisien dan efektif saat tangani beragam permasalahan keamanan," tutur Achmad Kartiko, dalam sambutannya dalam acara penandatanganan PKT di antara Polda Aceh dengan Obvitnas dan Obter di Kyriad Muraya Hotel, Kota Banda Aceh, Rabu (10/1/2024).
Dia menjelaskan, penandatanganan PKT itu ialah cara besar dan penting pada usaha perkuat bekerja sama dan koordinir dalam keamanan dan penegakan hukum di Propinsi Aceh.
Menurut dia, bekerja sama itu bukan hanya menggambarkan komitmen Polda Aceh saat jaga kestabilan keamanan, tapi jadi bukti riil dari kebersama-samaan dan kesatuan saat hadapi beragam rintangan dan teror yang mungkin terjadi, hingga perlu komitmen semua pihak yang terturut untuk mengi-mplementasikannya secara baik.
Dia mengetahui, jika pekerjaan yang ditemui di depan tidak enteng. Tetapi, keamanan Obvitnas dan Obter adalah tanggung-jawab bersama yang membutuhkan ada kolaborasi dan bekerja sama seluruh pihak.
"Ke semua lembaga berkaitan, saya menghargai bekerja sama dan koordinir yang sudah terikat secara baik sejauh ini. PKT ini adalah dari hasil usaha bersama, refleksi dari loyalitas kita untuk jaga kestabilan keamanan di Aceh," tutur alumnus Sespimti Polri tahun 2014 tersebut.
Achmad Kartiko ajak seluruh pihak untuk selalu tingkatkan kesiagaan dan kesiagaan, karena kesuksesan saat jaga object penting bukan hanya berada pada kemampuan fisik semata-mata, tapi juga pada kekuatan untuk menyesuaikan dengan peralihan lingkungan dan rintangan keamanan disekitaran.
"Saya ingin mengutamakan jika keamanan object penting benar-benar bergantung pada keterlibatan aktif warga. Warga ialah mata dan telinga kita yang paling efisien. Karena itu, silahkan kita mengajak semua kalangan masyarakat untuk berperanan aktif saat jaga keamanan sekitar lingkungan, khususnya di tempat-area object penting," ucapnya.
Dia mengharap, keadaan kamtibmas yang aman bukan hanya memberi perasaan aman ke beberapa objek penting yang terdapat, tapi juga memberi keyakinan ke investor, di mana Aceh ialah lokasi yang aman dan memberikan keuntungan untuk melakukan investasi.
"Saya percaya, kondusifitas keamanan akan buka pintu untuk investasi yang bisa bawa kemajuan ekonomi, kenaikan infrastruktur, dan membuat lapangan pekerjaan untuk warga Aceh," kata Achmad Kartiko, dengan raut muka percaya diri.
Penandatanganan PKT itu dilaksanakan oleh Dirpamobvit Polda Aceh, Kombes Yudi Chandra Erlianto dengan pimpinan dan perwakilan pengurus Obvitnas dan Obter yang berada di Aceh.







