Jakarta, Harian Umum - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di berbagai daerah di Indonesia harus mendapat perhatian serius dari seluruh komponen anak bangsa, tanpa terkecuali.
Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo berpandangan, perempuan dan anak merupakan faktor vital dalam pembangunan suatu bangsa.
"Untuk itu hak-hak perempuan dan anak harus benar-benar dilindungi," kata Ketua RPA Partai Perindo Jeanie Latumahina di kawasan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).
Menurut Jeanie, Indonesia adalah negara hukum dan sudah jelas negara sangat melindungi hak-hak perempuan dan anak. Baginya, ini bukanlah sebuah konsep belaka, tetapi konsep yang perlu disosialisasikan sebagai pedoman dan cara pandang bangsa Indonesia guna menghadirkan pemimpin-pemimpin ke depan yang benar-benar memiliki etika dan moral untuk kemudian menjadi teladan bagi rakyatnya.
"Perlu diketahui bahwa RPA Partai Perindo berkomitmen dan konsisten dalam memperjuangkan hak - hak perempuan dan anak," tegas Jeanie.
Terkait momentum pesta demokrasi Pilkada Serentak di seluruh Indonesia pada 27 November 2024,, dia menyatakan RPA tetap pada prinsip untuk tetap menolak para calon kepala daerah yang pernah tersandung kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"RPA juga mengimbau dan mengajak para partai politik untuk bersama-sama memerangi para penjahat kemanusiaan ini. Siapapun dia dan darimanapun dia," tegas perempuan berdarah Maluku itu.
Selaras dengan RPA Partai Perindo, para aktivis Hak Asasi Manusia pun turut mengimbau agar partai politik bisa lebih selektif dalam memberikan dukungan terhadap calon kepala daerah, kafema nasib masyarakat nantinya akan berada di tangan para delegasi partai melalui surat tugas maupun surat rekomendasi partai tersebut.
Adhy Fadhly, aktivis HAM dan pegiat Antikorupsi, memberikan apresiasi terhadap sikap tegas serta komitmen RPA. Dia juga berharap agar sikap tegas RPA mendapat respons positif dari para pimpinan partai politik, lebih khusus Partai Perindo.
"Sebab, kita tahu di setiap partai politik pasti ada kaum perempuan yang patut dilindungi," kata Adhy.
Ia berharap RPA mampu menjadi garda terdepan dalam melawan para penjahat kemanusiaan, dan menurut dia, RPA harus bisa memberikan masukan-masukan yang positif dan konstruktif sebagai bahan pertimbangan partai, dalam hal ini bisa saja disampaikan ke Hary Tanoe selaku Ketua Umum atau Kepada Tim Desk Pilkada Partai Perindo, sehingga dalam memberikan dukungan berupa rekomendasi terhadap para bakal calon itu benar-benar selektif.
Dan perlu diingat, RPA selaku organisasi sayap Partai Perindo memiliki peran penting untuk partai itu sendiri.
Adhy mengambil contoh di negara-negara Eropa. Menurut dia, di negara-negara itu organisasi sayap partai lebih dikenal dengan sebutan interest group yang mana mempunyai tujuan yang berbeda dengan partai, akan tetapi mampu membawa dampak yang luar biasa di masyarakat.
"Jadi, interest group atau organisasi sayap biasa diidentifikasikan selaku pihak pemaksimal sebuah kebijakan, sementara partai politik sebagai pemaksimal pemenangan dalam sebuah kontestasi," tutup Adhy. (rhm)






