Jakarta, Harian Umum - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan penyebab suhu tinggi di Indonesia adalah kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa. Kedudukan matahari di atas Pulau Jawa ini terjadi pada November dan April.
"Pada bulan November, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali yaitu di bulan November dan April, sehingga puncak suhu maksimum mulai dari Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Sabtu (14/11).
Menurutnya, cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Cuaca cerah di Jakarta dalam dua hari terakhir berkaitan dengan berkembangnya siklon tropis VAMCO di Laut Cina Selatan.
"siklon ini yang menarik masa udara dan awan-awan sehinggga menjauhi wilayah Indonesia bagian selatan sehingga cuaca cenderung menjadi lebih cerah dalam 2 hari terakhir," katanya.
Pihaknya memastikan pesan berantai yang menyebut gelombang panas melanda Indonesia adalah tidak benar. Dalam pesan itu disebutkan bahwa kini cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius, dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.
"Berita yang beredar ini tentu tidak tepat, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," ucap Dwi. (hnk)







