JAKARTA, HARIAN UMUM - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo meminta para pejabat wilayah seperti camat dan Lurah agar sigap melakukan antisipasi banjir. Sebab DKI Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia dalam dua hari ke depan berpotensi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat yang disertai kilat dan petir serta angin kencang.
"Menghadapi curah hujan yang di perkirakan akan tinggi, para Camat dan Lurah agar segera antisipasi daerah yang rawan banjir atau longsor. Siagakan PPSU dan satgas banjir atau PKLG DSDA Kecamatan segera tindak lanjuti genangan," Subejo, Jumat (24/1/2020).
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Selain DKI Jakarta, potensi banjir lainnya dapat terjadi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan status siaga. Serta Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung yang berstatus waspada.
Selain itu, potensi banjir juga di Jawa Timur, Kalimantan Selatan dengan status waspada, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat dengan status siaga. Sementara Sulawesi Barat berstatus waspada.
Meski begitu, intensitas curah hujan diperdiksi tersebut kemungkinan tidak seekstrem hujan pada awal tahun 2020.
Kendati begitu, patut diwaspadai dampak hujan lebat yang terjadi hingga dua hari ke depan bila tak ditangani cepat dapat mengakibatkan banjir seperti yang terjadi kemarin.
Berdasarkan pantauan BMKG hujan intensitas sedang sampai lebay karena adanya daerah tekanan rendah di Australia bagian tengah yang menarik massa udara cukup kuat dan membetuk pola konvergensi memanjang dari Laut Jawa hingga NTT bagian Barat.
Selain itu terdapat siklonik di perairan Barat Bengkulu yang membentuk pola konvergensi memanjang dari Sumatera Barat hingga perairan Barat Bengkulu dan terdapat pola perlambatan kecepatan angin di Samudera Hindia Barat Aceh, di Sulawesi bagian tengah dan di utara Papua Barat.
Di samping itu, juga terdapat siklonik di Kalimantan Barat bagian utara. Belokan angin terdapat di Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Karimata dan di Maluku. Lowlevel jet dengan kecepatan angin terpantau lebih dari 25 knot terdapat di laut Arafuru bagian selatan (Zat)







