Jakarta, Harian Umum - Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) menyesalkan kebakaran hebat yang melanda pabrik mercon di Kompleks Pergudangan 99 di Duri Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/10/2017) yang menewaskan 47 orang.
Organisasi ini menuding kalau tragedi terjadi akibat lemahnya kinerja pengawan ketenagakerjaan.
"Tragedi Kosambi harusnya tidak terjadi kalau pengawas ketenagakerjaan mau pro aktif memeriksa seluruh perusahaan terkait K3 (keselamatan dan kesehatan kerja), tapi nyatanya pengawas ketenagakerjaan sangat sangat sangat pasif, sehingga terjadilah Tragedi Kosambi," ujar Timbul Siregar, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) melalui siaran tertulis kepada harianumum.com, Jumat (27/10/2017).
Menurutnya, Tangerang agaknya termasuk wilayah dengan pengawasan ketenagakerjaan yang buruk, karena "Tragedi Perbudakan di pabrik panci juga terjadi di wilayah tersebut.
"Ini karena pengawas ketenagakerjaan tidak pro aktif. Saya kira tragedi tragedi berikutnya akan terus terjadi di republik ini bila pemerintah cq. Pengawas ketenagakerjaan bekerjanya pasif seperti saat ini," imbuhnya.
Ia mengingatkan bahwa UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sudah jelas mengamanatkan peran pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan pengecekan ke perusahaan terkait keselamatan kerja, tapi sepertinya pengawas ketenagakerjaan tidak mau patuh pada isi UU tersebut.
Posisi pengawas ketenagakerjaan yang sudah ditarik ke tingkat provinsi sesuai UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, tetap saja gagal membuat peran pengawas ketenagakerjaan bekerja dengan baik.
"Apa kualitas pengawas ketenagakerjaan kita rendah? Apa kerja pengawas kita tidak didukung oleh anggaran yang cukup? Apa jumlah pengawas kita kurang? Apa integritas pengawas kita juga rendah? Apa pengawas Naker tidak memiliki pengawas eksternal yang bisa membuat mereka kerja dengan baik?" tanyanya.
Ia menilai, pertanyaan-pertanyaan klasik seperi ini, yang sudah terindentifikasi sejak lama dan menjadi masalah, seharusnya sudah tak ada lagi, tapi mengapa pengawas ketenagakerjaan justru malah menjadi makin lemah, sehingga banyak terjadi tragedi-tragedi yang seharusnya dapat dicegah sejak dini, seperti Tragedi Kosambi dan Pabrik Panci di Tangerang.
"Semoga pemerintah mau memperbaiki kinerja pengawas ketenagakerjaan, sehingga pekerja bisa bekerja dengan nyaman tanpa lagi diancam oleh kecelakaan kerja," pungkasnya.
Seperti diketahui, pabrik mercon di Kompleks Pergudangan 99 di Kosambi, Tangerang, Banten, pada Kamis (26/10/2017) pagi meledak dan terbakar hebat.
Celakanya, saat musibah terjadi pintu utama pabrik itu dikunci, sehingga 47 dari 103 karyawan di situ tewas terpanggang hingga tak dapat dikenali, sementara 46 lainnya dapat diselamatkan setelah ditolong warga dengan menjebol tembok pabrik.
Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang memicu kebakaran ini, namun diduga akibat human error. (rhm)






