Jakarta, Harian Umum- Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap akan bergabung dengan koalisi yang mana di Pilpres 2019, namun diingatkan agar hati-hati jika ingin bergabung dengan Golkar dan PFIP untuk mengusung Presiden Jokowi.
Menurut pengamat dari lembaga riset politik Indo Barometer, Muhammad Qodari, PAN harus membereskan dulu masalah komunikasi dengan Ketua Dewan Pertimbangan partai itu, Amien Rais, jika ingin bergabung dengan PDIP dan Golkar untuk mengusung Presiden Jokowi.
Sebab, posisi Dewan Pertimbangan PAN Amien Rais berada pada posisi berseberangan dengan Jokowi.
"Di PAN ada dua matahari, satu ketua umumnya Zulkifli Hasan, dua Ketua Dewan Pertimbangan sekaligus pendiri partainya Amien Rais. Saya kira penyelesaiannya di antara beliau berdua itulah," ujar Qodari seperti dikutip dari ROL, Sabtu (31/3/2018).
Karena itu, katanya, PAN harus menuntaskan persoalan tersebut jika ingin memutuskan bergabung dengan koalisi poros Jokowi. Apalagi karena PAN menyatakan akan memutuskan akan mengusung siapa, setelah rapat kerja nasional (Rakernas) PAN digelar pada awal Mei 2018.
Jika tidak, katanya, maka kekuatan PAN mendukung poros Jokowi tidak akan solid.
"Bisa terjadi perpecahan dan terjadi dualisme kepemimpinan, minimal terjadi pembangkangan, mungkin suara resmi PAN kepada Jokowi, tapi ada suara lain kelompok lain yang tidak ke Jokowi," jelasnya.
Qodari mengakui, ini yang menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak termasuk partai yang juga mendukung Jokowi.
"Ya, khawatir suara PAN akan terbelah, itulah sulitnya kalau dalam organisasi itu ada dua matahari. Semestinya karena Pak Zulhas itu terpilih secara resmi sebagai ketum PAN, harusnya kebijakan PAN mengikuti arah ketua umum, tentu melalui mekanisme mufakat," tegasnya.
Sebelumnya, Wasekjen PPP Ahmad Baidowi yang partainya sudah bulat mendukung Jokowi, mewanti-wanti PAN agar menyelesaikan persoalan komunikasi dengan Amien Rais. Itu jika PAN memutuskan bergabung dengan koalisi poros Jokowi di Pilpres 2019, karena Amien Rais diketahui selama ini kerap melancarkan kritikan kritikan pedas kepada Pemerintahan Jokowi-JK. (man)







