JAKARTA, HARIAN UMUM – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Dimaz Aditya meminta Pembukaan Gedung DPRD DKI Jakarta ditunda hingga 3 minggu kedepan. Itu dilakukan untuk meminimalisir penularan virus covid-19 di kantor DPRD DKI.
“Jadi dari kondisi sekarang, kita tahu bahwa di lingkungan Pemprov sendiri ada yang terpapar positif Covid-19 seperti Sekda DKI Saefullah. Apalagi kita tahu bahwa banyak juga masyarakat datang ke kantor DPRD. Jadi saran saya untuk meminimalisir perkembangan Corona di kantor DPRD, ya sebaiknya ditunda dulu itu (pembukaan) sampai 3 minggu kedepan,” kata Dimaz di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Politisi Golkar itu juga mengatakan sehubungan adanya himbauan agar selama PSBB dibatasi jumlah karyawan di dalam gedung, maka agar disiapkan perlengkapan dan segala kebutuhan terutama untuk menunjang rapat-rapat yang dilakukan secara virtual.
“Selama ini fasilitas untuk menunjang rapat-rapat yang dilakukan secara virtual masih kurang memadai. Karena itu selama masa PSBB dimana rapat juga dilakukan secara virtual, fasilitas penunjang harus saat rapat virtual digelar harus disediakan. Hal itu perlu dilakukan agar anggota yang tidak mengikuti rapat di gedung atau secara virtual, suaranya bisa didengarkan,” urainya.
Seperti diketahui Gedung DPRD DKI telah ditutup sejak beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan sejak pertama kali adanya anggota dewan dan staf yang terpapar covid-19.
Bahkan dua anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS yaitu Dani Anwar dan Ummi Kulsum Meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif Covid-19.
“Jangan sampai ada lagi kasus serupa seperti sebelumnya. Sejumlah anggota DPRD DKI terinfeksi virus mematikan itu bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” tandasnya. (Zat)







