Jakarta, Harian Umum - Front Persaudaraan Islam (FPI) meminta polisi membubarkan Ormas Pasukan Manguni Makasiouw yang juga dikenal sebagai Laskar Kristen Manguni, dan menangkap semua pengurusnya.
Sebab, Ormas itu menyerang umat Islam.yang sedang menggelar Aksi Damai Bela Palestina di Kota Bitung, Sulawesi, Utara, Sabtu (25/11/2023).
Insiden itu membuat seorang terluka dan dilarikan ke RS Angakat Laut Bitung. Dari caption video yang diposting pemilik akun Twitter @Pecel_Lele5678, diketahui kalau korban bernama Anto itu dikabarkan dalam kondisi kritis.
"MENUNTUT pembubaran organisasi dan menangkap pengurus maupun anggota Pasukan Manguni yang telah menjadi provokator dan pelaku tindakan anarkis, sehingga merusak toleransi antarumat beragama dan memicu konflik horizontal," ujar Ketua Umum FPI Habib Muhammad Allatas melalui siaran pers yang disebarkan melalui media sosial, Minggu (26/11/2023)
FPI mengecam dan mengutuk serangan yang dinilai biadab itu, dan menyatakan mendukung penuh Aksi Damai Bela Palestina tersebut karena sesuai amanat UUD 1945 dan sejalan dengan Kebijakan Luar Negeri Republik Indonesia, sehingga menilai aksi tersebut adalah aksi legal dan konstitusional yang dilindungi oleh hukum.
FPI juga mengecam sikap aparat keamanan yang terkesan membiarkan, bahkan melindungi serangan itu dan bahkan menuntut Kapolres Bitung dicopot karena tidak mencegah terjadinya serangan tersebut.
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat massa Pasukan Manguni Makasiouw yang membawa bendera Israel dan di antaranya ada yang membawa senjata tajam, menyerang Umat Islam yang sedang melakukan Aksi Bela Palestina.
Terjadi bentrok. Video yang diunggah @GakNyerah_BRO memperlihatkan ada seseorang yang tengah dikeroyok oleh sejumlah anggota Laskar Manguni, kemudian datang amggota Laskar yang lain, dan orang yang dianiaya itu ditendangi.
"LASKAR MANGUNI BIADAB!" kecam @GakNyerah_BRO. anggota Ormas itu yang menganiaya seorang peserta aksi dengan cara dipukuli dan ditendang.
Namun video yang diunggah @CapresCopr53344 memperlihatkan anggota Laskar Manguni lari tunggang langgar dikejar umat Islam.
"Laskar Manguni yang sok jagoan, kabur," katanya.
Video yang diunggah @cut_aidafadilah memperlihatkan kalau setelah bentrok tersebut, pada malam harinya umat Islam berdatangan ke Bitung untuk mencari para Laskar Manguni.
"Info terkini... Ummat Islam mulai berdatangan di Bitung, Sulawesi, untuk mencari Pasukan Manguni. Semua mata melihat, siapa yang Radikal, siapa yang intoleran, siapa yang biadab, siapa yang teroris! Ini yang katanya tanah adat Minahasa, Sitou timou tumpu tou ..," katanya.
Sementara video yang diunggah @MCAOps mengabarkan kalau umat Islam mendatangi markas Pasukan Manguni, tetapi pimpinan dan anggota pasukan itu tidak ada.
"Pada Sabtu malam umat islam mendatangi sekretariat kelompok Pro penjajah Zionis Israel, Manguni, di Manado. Namun tak batang hidung dari anggota kelompok tersebut," katanya. (rhm)







