Batang, Harian Umum - Badan Gizi Nasional (BGN) pun mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bela Batang Sejahtera, menyusul peristiwa keracunan ratusan warga Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikannya.
"Benar (dicopot), segera kita gantikan," ujar Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana, dilansir detikcom, Kamis (24/9/2026).
Selain mencopot kepala SPPG Bela Batang Sejahtera, BGN juga menutup sementara dapur MBG itu.
"Di-suspend berat," kata Ketut.
Untuk diketahui, warga Bawang yang keracunan MBG mencapai lebih dari 411 orang.
Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menyebut sekitar 170 korban di antaranya menjalani rawat inap.
"Yang pertama adalah make sure apa yang terjadi, sehingga bisa menimpa lebih dari 411 korban per tadi jam 12.00 WIB dilaporkan," kata Faiz saat meninjau SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang, Kamis (24/9/2026).
Ia menyebut, di rumah sakit tercatat ada lebih dari 411 yang keracunan. Dari jumlah itu, sekitar 170 orang dirawat inap, dan 200 orang lebih telah diizinkan pulang.
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang mengungkap, SPPG Yayasan Bela Batang Sejahtera diduga melanggar SOP (standar operasional prosedur) karena memasak MBG pada malam hari.
"Dari investigasi awal yang kami temukan melalui pengecekan CCTV, di situ kami melihat adanya pengolahan makanan yang lebih awal, ya, dilakukan pengolahan mulai dari pukul 19.30 WIB," kata Kepala KPPG Semarang, Hadiriajaya, saat ditemui di SPPG Yayasan Bela Batang Sejahtera, Kamis (24/9/2026).
Hadiriajaya mengatakan, seharusnya berdasarkan SOP, MBG harusnya dimasak pada hari yang sama.
"Yang mana ini memang harusnya juga menjadi sesuatu yang fatal karena memang kalau di SOP itu harusnya dilakukan pengolahan setelah jam 2 dini hari," katanya. (man).


