TANGSEL, HARIAN UMUM - Beberapa massa yang ikut aksi didepan Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku tidak tahu terkait materi demo yang digelar.
Sebut saja salah seorang warga Ciputat berinisial M yang mengatakan bahwa dirinya hanya mengikuti suami menuju ke Gedung DPRD.
"Ngga tau mas. Saya cuma ikut suami tadi, yang tau suami saya. Jangan tanya saya lah mas, takut salah," kata M kepada wartawan, Senin (2/12/2019).
Hal senada dikatakan Chaerul, yang juga warga Ciputat. Chaerul munuturkan bahwa dirinya mengikuti aksi guna mendorong persetujuan RAPBD 2020, namun dirinya tidak mengetahui bahwa DPRD Kota Tangsel telah menggelar rapat persetujuan pada Sabtu (30/11/2019) kemarin.
"Pokoknya kita menuntut agar RAPBD 2020 segera disetujui oleh anggota DPRD. Ngga tau (kalau sudah disetujui). Tadi saya ngikut aja," kata Chaerul.
Dalam aksi yang digelar, Koordinator aksi Tomi Irawan menyatakan bahwa kedatangan masyarakat yang berjumlah sekira 150 orang tersebut menghendaki agar pengesahan segera dilakukan.
"Kami mendesak agar pengesahan RAPBD 2020 segera dilakukan. Karena ini adalah uang rakyat. Kami mendengar bahwa ada oknum-oknum yang disinyalir menghambat pengesahan tersebut sehingga kami datang kesini (DPRD Kota Tangsel)," kata Tomi dalam orasinya, Senin (2/12/2019).
"Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa RAPBD sudah disahkan pada Sabtu (30/11/2019) lalu. Jadi ada dorongan masyarakat untuk menggelar aksi," ujarnya.
Tomi menuturkan, pihaknya mendengar informasi dari media massa bahwa pengesahan RAPBD 2020 sempat tertunda dengan adanya aksi walkout yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Tangsel.
"Kami masyarakat bingung, resah dengan adanya aksi walkout yang kami anggap menghambat pengesahan RAPBD 2020. Kami juga tidak tahu bahwa RAPBD sudah diketuk pada Sabtu kemarin. Tapi setelah mendengar penjelasan dari pimpinan DPRD, sekarang kami mengerti," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid menyatakan bahwa tuntutan massa yang hadir saat ini telah dilakukan oleh para anggota legislator, tinggal menunggu persetujuan Gubernur Banten.
"RAPBD 2020 sudah disetujui. Tinggal kita menunggu persetujuan Provinsi Banten. Kawal terus kinerja kami," kata Abdul Rasyid saat menemui massa aksi didepan Gedung DPRD Kota Tangsel.







