JAKARTA, HARIAN UMUM - Bamus Betawi menggelar acara syukuran atas terpilihnya atas terpilihnya sejumlah pengurus Bamus Betawi sebagai anggota DPR-RI dan DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.
"Acara ini digelar karena besok ada pelantikan dimana ada beberapa pengurus betawi yang dilantik. Syukuran ini sebagai bentuk rasa syukur kami pada karunia yang diberikan Allah SWT. Selain itu tentunya kita juga mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Jakarta atas amanahnya kepada saudara-saudara kita pengurus Bamus. Mereka yang dilantik berasal dari berbagai partai diantaranya ada dari partai Gerindra, PAN, dan Golkar. Tapi yang kelihatan ada sekitar 11 orang," kata Ketua Umum Bamus Betawi Abraham Lunggana di kawasan Jakarta Pusat, (25/8/2019).
Pengurus Bamus Betawi yang menjadi wakil rakyat itu adalah Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang merupakan Ketua Bamus Betawi dipercaya jadi anggota DPR-RI dari PAN. Sementara untuk DPRD DKI diantaranya Riano P Ahmad, Habib Muhammad, Syahroni dan Tirta Lunggana menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari PAN. Lalu Abdul Ghoni, Purwanto, dan Wahyu Dewanto menjadi anggota DPRD dari Partai Gerindra.
Lulung berharap dengan terpilihnya sejumlah pengurus Bamus Betawi sebagai wakil rakyat, Gubernur DKI Jakarta memberikan ruang lebih banyak bagi ormas Betawi. "Kita punya niat baik agar gubernur memberikan ruang kepada kita. Terutama soal implementasi Perda agar Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang pelestarian kebudayaan Betawi. Bagaimana nantinya tidak hanya melestarikan saja tapi juga mengembangkan," terangnya.
Pada kesempatan itu Lulung juga menyinggung soal pelantikan pengurus Bamus Betawi yang digelar di waktu bersamaan dengan memilih Zaenudin alias Oding sebagai Ketua Umum. Menurut Lulung, pelantikan tersebut dinilai menciderai aturan organisasi.
"Dalam setiap organisasi ada ad/art nya dan Mubes merupakan rapat tertinggi baik partai maupun organisasi lainnya seperti halnya muktamar, atau Rakornas. Pada saat Mubes ke-7 Bamus Betawi semua sudah diputuskan lewat Mubes, dan mereka juga hadir. Lalu kenapa mereka mengingkarinya Mubes tersebut,"ujar Lulung.
Lulung juga menyayangkan sikap sejumlah pengurus lain yang walk out dalam Mubes Bamus Betawi pada September 2018 lalu.
"Saat Mubes sebelumnya, saya rela mundur agar HlOding (Zainuddin) terpilih jadi Ketua Bamus Betawi. Tapi saat Bamus kemarin, saat saya terpilih jadi Ketua Bamus Betawi, kok mereka malah bikin tandingan. Kalau mau maju lagi, ya tunggu lima tahun ke depan,” kata Lulung.
Politisi PAN ini menyebutkan sekitar sembilan ormas yang menyatakan walkout dalam Mubes ke-7 Bamus Betawi tanggal 1-2 September 2018 di Hotel Twin Plaza, Jakarta Barat.
Namun, dia memastikan Mubes itu tidak deadlock dan seluruh peserta Mubes menyuarakan untuk tetap melanjutkan Mubes yang mengamanatkan dirinya sebagai Ketua Umum Bamus Betawi.
"Semestinya nereka harus sadar dan mengerti organisasi. Bamus Betawi ini hasil Musyawarah Besar, musyawarah tertinggi. Kalau ada beda pendapat, ya tunggu lima tahun lagi,” tanda Lulung.
Acara tersebut selain sejumlah pengurus Bamus Betawi dan Ormas pendukung juga turut dihadiri mantan Sekda DKI Jakarta Muhayat, Walikota Jakarta Timur, M Anwar serta mantan anggota DPRD DKI Jakarya Habib Alaydrus. (Zat)







