JAKARTA HARIAN UMUM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik mengajak semua unsur pendukung Bamus (badan musyawarah) Betawi untuk menjalankan Perda (peraturan daerah) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Sebab sudah waktunya bagi Bamus Betawi berperan aktif secara total untuk melestarikan budaya Betawi di Ibukota.
"Sudah saatnya Bamus Betawi berperan aktif dan menguasai Jakarta. Sebab syaratnya sudah cukup yaitu sudah ada Perdanya. Tapi sayangnya tidak bisa dilaksanakan. Saya juga ikut andil dalam merumuskan Perda pertama tersebut. Jadi sayang kalau tidak dilanjutkan. Karena itu segera laksanakan Perda tersebut," kata M. Taufik dalam pembukaan Rapat Kerja II Bamus Betawi, di Jakarta, Minggu (14/7/2019).
Taufik, mengaku DPRD DKI juga sudah mendorong Bamus Betawi sebagai lembaga rujukan yang menangani soal pelestarian kebudayaan Betawi. Bahkan hal tersebut sudah disampaikan saat DPRD DKI berkonsultasi dengan Mendagri terkait pelestarian masyarakat Betawi.
"pada waktu berdialog dengan Mendagri saya sudah sampaikan hal tersebut. Ormas Betawi itu banyak. Kalau gubernur urusin satu-satu itu ribet. Jadi mending Bamus Betawi saja yang urus," ujar Taufik.
Ketua DPD partainya Gerindra DKI Jakarta menambahkan, mensiasati pelestarian kebudayaan Betawi tersebut bisa dengan berbagai cara. Misalnya dengan menggandeng pihak yang berkaitan dengan kunjungan wisatawan seperti hotel-hotel.
"Jadi harus Ada pengawalan tampilan-tampilan budaya yang dipesankan oleh Perda 4 tahun 2015. Bagaimana hotel memberikan souvenir berupa ikon betawi. Bagaimana hotel memberikan hiburan seni budaya betawi secara rutin," katanya.
Di tempat yang sama Ketua Umum Bamus Betawi, Abraham Lunggana mengatakan, raker merupakan implementasi hasil musyawarah besar Bamus Betawi sebelumnya. Selain sebagai sarana silaturahim, raker itu pun menjadi tempat untuk bertukar gagasan dan program yang akan dijalankan ke depannya.
"Yang pertama masalah pendidikan, kedua pembentukan laskar adat Betawi. Laskar ini organisasi yang kita cetuskan di mubes waktu itu dan laskar ini akan menjaga seluruh keutuhan NKRI. Laskar adat Betawi ini salah satu mitra kerja penegak hukum, pihak kepolisian, kejaksaan, maupun tentara. Nanti kita audiensi dengan Muspida," ungkap Caleg DPR terpilih tersebut.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Bamus Betawi, Rahmat H.S. Rapat Kerja II Bamus Betawi harus merekomendasikan pembentukan Laskar Adat Betawi yang akan mengawal pelestarian kebudayaan Betawi.
“Laskar Adat Betawi mengawal tampilan-tampilan budaya yang dipesankan oleh Perda 4 tahun 2015. Bagaimana hotel memberikan souvenir berupa ikon betawi. Bagaimana hotel memberikan hiburan seni budaya betawi secara rutin,” ujar Rahmat. (Zat)







